Soal Klaim Freeport Kembali ke Pangkuan Indonesia, Amien Rais: Kebohongan yang Tidak Ketulungan


SURATKABAR.ID Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengusulkan agar Freeport di Papua di tutup. Menurutnya, Freeport telah melakukan kejahatan, termasuk diantaranya soal lingkungan.

“Working Contract Freeport berakhir 2021, tapi ada pasal yang menyebutkan dapat diperpanjang hingga 2041. Saya berpendapat kontrak karya dengan Freeport sebaiknya ditutup sekali untuk selamanya, titik, no extension, selesai,” kata Amien  di gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis (26/7/2018), dikutip dari tempo.co.

Amien mengatakan bahwa Indonesia selama ini telah dibohongi oleh Freeport McMoran Inc sejak 1967 dengan penjarahan emas perak tembaga dan bebagai mineral lainnya.

Pendiri PAN tersebut lantas menilai bahwa pemerintah yang sekarang melakukan kebohongan dengan mengatakan bahwa Freeport telah berhasil kembali ke pangkuan Indonesia. “Bahwa Freeport telah kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Itu betul-betul kebohongan yang tidak ketulungan, lewat HoA Indonesia Freeport,” ujar Amien Rais.

Baca Juga: Jika Bisa Buktikan Dirinya Komisaris Freeport, Amien Rais Janjikan USD 100 Juta

Seperti diketahui jika pada 12 Juli 2018, Freeport McMoran Inc menyepakati pelepasan 51 persen saham anak usahanya, PT Freeport Indonesia kepada Holding Industri Pertambangan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum. Induk usaha pertambangan pelat merah itu akan menyelesaikan transaksi pembelian pada dua bulan ke depan.

Namun, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengingatkan bahwa penandatangan Perjanjian Awal (Head of Agreement) dengan Freeport tersebut ibarat tunangan.

“HoA ini seperti tunangan. (Apakah) pasti menikah? Tidak! tetapi kalau tidak punya niat menikah, kenapa tunangan?,” ujar Jonan saat menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi VII Dewan Perwakilan (DPR) di Gedung DPR, Kamis (19/7/2018), dikutip dari cnnindonesia.com.

Berlatarbelakang sebagai bankir, Jonan memahami bahwa penandatanganan HoA sebelum proses akuisisi adalah adalah sebuah kewajaran dan lazim dilakukan dalam dunia bisnis. Pada HoA ada kerangka proses transaksi kepada pihak-pihak yang terlibat. “Kerangka untuk bersepakat terkait kapan membayar, cara membayar, bagaimana kalau telat membayar,” ujarnya.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaJika Bisa Buktikan Dirinya Komisaris Freeport, Amien Rais Janjikan USD 100 Juta
Berita berikutnyaMengenal Mitos Dawet Jabung Ponorogo dan Legenda Suromenggolo