Didakwa Cuci Uang Rp 12,1 M, Bisnis Tas Mewah Angela Lee Berujung Ancaman 20 Tahun Bui


SURATKABAR.ID – Didakwa dengan pasal pencucian uang, selebgram Angela Charlie atau Angela Lee (31) terancam hukuman 20 tahun penjara. Sidang perdana kasus bisnis tas mewah impor di Pengadilan Negeri (PN) Sleman tersebut digelar pada Selasa (24/07/2018). Bersama suaminya, David Hardian Sugito (36), Angela Lee didakwa dengan pasal kumulatif oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dakwaan tersebut menyangkut kasus penipuan bisnis tas mewah pasangan tersebut yang ditahan Polres Sleman sejak 5 Februari 2018 lalu.

Saat itu polisi juga mengamankan sejumlah barang mewah di antaranya Hermes, Chanel, LV Petite, Dior Large, empat jam tangan mewah, serta sejumlah buku tabungan, surat-surat, ponsel, hingga mobil Jeep Rubicon warna oranye.

Cuci Uang Rp 12,1 M

Angela dan suaminya dilaporkan oleh seorang pria bernama Santosa Tandyo. Santosa menginvestasikan uangnya kepada David untuk bisnis jual beli mobil, demikian sebagaimana dikutip dari laporan Detik.com, Rabu (25/07/2018).

Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Rony Are, dalam jumpa pers pada Rabu (28/02/2018) lalu menyebutkan, korban mentransfer uang ke rekening David sejak Februari 2017-Agustus 2017.

Baca juga: Foto Pernikahan Eza Gionino Beredar, Ibunya Dingin Bilang Begini

Selama kurun waktu tersebut korban menerima keuntungan seperti apa yang dijanjikan sejak awal oleh David dan Angela, yakni balik modal ditambah keuntungan sebesar 4 persen. Namun memasuki bulan September 2017, investasi Santoso sebesar Rp 12,1 miliar macet. Meski uang itu telah ditransfer, namun dia tidak menerima keuntungan maupun balik modal.

Untuk meyakinkan korban, terdakwa sempat mengembalikan sebagian uang modal milik korban beserta keuntungan. Tapi dari sisa uang yang sebagian sudah dikembalikan tersebut, ada yang dipakai untuk kepentingan pribadi terdakwa di antaranya membayar utang, biaya mengangsur rumah, dan membeli mobil Rubicon.

Saat pelapor menagih kepada keduanya, ternyata tas dan jam yang harusnya dijual, justru dipakai untuk jaminan utang ke orang lain. Merasa ditipu, pelapor lantas melapor ke Polres Sleman pada 24 September 2017.

Angela yang saat itu hadir juga sempat memberi pernyataan pada wartawan.

“Bisnis macet karena ada tas yang nggak laku. Jual tas sudah sejak tahun 2013. Uang untuk bayar utang, juga buat beli tas, sama mobil dan rumah,” ungkap Angela.

Didakwa Pasal Akumulatif

Sidang perdana kasus yang digelar di PN Sleman, Selasa (24/07/2018). Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa keduanya pasal kumulatif.

“Kedua terdakwa didakwa pasal kumulatif, pasal penipuan, penggelapan, dan tindak pencucian uang,” ujar JPU Dian Susanto Wibowo, ditemui wartawan seusai persidangan, Selasa (24/07/2018).

Pasal kumulatif tersebut yakni Pasal 378 KUHP atau 372 KUHP Jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 (1) KUHP dan Pasal 3 atau Pasal 4 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pidana Pencucian Uang (TPPU) Jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 (1) KUHP. Ancaman hukuman mencapai 20 tahun bui.

Terdakwa Angela dan suaminya tak mengajukan nota eksepsi atau keberatan atas dakwaan tersebut. Seusai sidang keduanya enggan memberikan komentar kepada wartawan dan langsung menuju ruang tahanan PN Sleman.