Keren! Model Cantik Diculik untuk Dijual sebagai Budak, Caranya Meloloskan Diri Bak Film Action Hollywood


SURATKABAR.ID – Wanita dianggap sebagai makhluk yang tak berdaya. Hal itu menyebabkan cukup banyak perempuan yang dipilih menjadi korban aksi kejahatan. Seperti yang dialami seorang model cantik bernama Chloe Ayling.

Chloe, seperti yang dilansir dari laman Detik.com, pada Selasa (24/7/2018), menjadi korban penculikan di tahun 2017 silam. Namun tak berselang lama, si penculik berhasil ditangkap dan diadili untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya tersebut.

Kisah penculikan Chloe menyebar luas dan menjadi topik perbincangan hangat. Pasalnya, gadis cantik berusia 20 tahun ini sukses kabur dari si penculik. Dan caranya melarikan diri sangat mirip seperti film action garapan Hollywood.

Wanita asal Inggris ini diculik ketika berada di Milan, italia. Ketika insiden, ia menyangka bahwa dirinya di’book’ untuk menjadi model dalam sebuah pemotretan. Namun kenyataannya, begitu tiba di studio, ia malah diberi obat ketamine yang membuat kesadarannya hilang.

Ia kemudian dimasukkan ke dalam kantong kanvas dan dikirim ke peternakan di daerah Piedmont. Di tempat tersebut, Chloe harus menghabiskan semalaman dengan kondisi tubuh terikat pada sebuah perabot.

Baca Juga: Mirip Film! Seorang Bule Nekat ‘Berevolusi’ di Hutan Kalimantan, Caranya Bertahan Hidup Bikin Merinding

Disekap dalam sebuah rumah peternakan, model cantik ini diberitahu jika ia akan dijual untuk dijadikan sebagai budakseks. Jika bersikeras menolak, maka pelaku tidak akan segan-segan menghabisi nyawanya. Mau tak mau, Chloe berpikir keras untuk bisa bertahan hidup dan melarikan diri.

Tak kehilangan akal, ia berencana membuat si penculik jatuh cinta padanya karena hanya itu satu-satunya pilihan untuk bisa keluar hidup-hidup. Ia berusaha berpura-pura menuruti semua permintaan dari si penculik agar tak membuatnya kesal dan melakukan hal-hal mengerikan lain.

“Aku pikir aku harus tidur dengannya untuk bertahan. Satu-satunya cara untuk keluar secara hidup adalah dengan membuatnya menyukaiku. Ketika dia meminta untuk menciumku, aku tidak menolak. Aku tidak ingin membuatnya kesal. Karena itu aku mengatakan, ‘mungkin nanti’,” tutur Chloe kepada The Sun, dikutip dari Detik.com.

“Kupikir jika aku memberinya apa yang dia inginkan, tidak ada alasan untuk dia melepaskanku. Aku bisa melihatnya senang, jadi aku terus berpura-pura. Jika dia tidak bereaksi, mungkin aku harus melewati itu (tidur dengan penculik),” tambah wanita cantik tersebut.

Dan rupanya usaha Chloe membuahkan hasil. Pasca enam hari disekap, si penculik yang diketahui bernama Herba itu menunjukkan tanda-tanda bahwa dirinya mulai luluh hingga akhirnya ia pun melepaskan Chloe. Herba membawa Chloe ke konsulat Inggris di Milan.

Yang mengejutkan adalah, pria tersebut sebenarnya bukan pelaku perdagangan manusia. Herba adalah pria Inggris yang berprofesi sebagai seorang programmer komputer. Ia mengaku telah membuntuti akun media sosial Instagram Chloe selama dua tahun terakhir.

“Dia mengatakan padaku akan belanja sepatu karena aku butuh sepatu untuk berjalan ke konsulat Milan ketika aku dilepaskan. Dia memintaku untuk berpegangan tangan dan aku tidak bisa menolak. Dia punya kekautan lebih besar. Dia tidak pernah kasar, tapi dia sering menunjukkan pisau sebagai ancaman. Aku tahu dia tidak main-main,” ungkap Chloe.

Atas perbuatannya, Herba dijatuhi vonis 16 tahun penjara. Ia mengaku memang benar-benar jatuh hati pada sang model, korban penculikannya. “Aku jatuh cinta dan aku berharap ketika dia sudah terkenal dia bisa membalas jasaku dengan perasaan,” aku Herba.

Seperti janjinya, Herba mengantar Chloe ke konsulat Milan. Meski sudah cukup lama peristiwa tersebut terjadi, namun Chloe baru berani menguak semuanya beberapa waktu lalu. Dan jika benar ia menjadi terkenal, ia sama sekali belum berpikir untuk memanfaatkan kepopulerannya. Menjadi korban penculikan, diakui Chloe membantu dirinya menjadi lebih kuat dan bijaksana serta berani dalam menghadapi tantangan.