Ojol yang Mangkal di Pinggir Jalan Makin Membludak, Anies Tegaskan Bakal Lakukan Hal Ini


SURATKABAR.ID – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan angkat suara menanggapi semakin membludaknya ojek online yang memilih menunggu penumpang alias ‘ngetem’ di pingir-pinggir jalan. Pasalnya, keberadaan mereka dianggap sudah mengganggu arus lalu lintas.

Anies, seperti yang dilansir dari laman CNNIndonesia.com, pada Senin (23/7/2018), berencana akan memanggil perusahaan atau pengelola ojek online (ojol) ke Balai Kota. “Nanti kita panggilin semuanya, Dishub sudah beberapa kali komunikasi,” tutur Anies, di kawasan Sudirman, Minggu (22/7).

Sistem jemput penumpang, dirasa Anies, menjadi penyebab kemacetan di sejumlah jalan. Pasalnya, kini jumlah driver ojek online semakin membludak. Anies tak lupa mengimbau para pengelola ojol untuk memikirkan kemungkinan tempat-tempat transit untuk para driver yang menunggu penumpang.

Menurut Anies, adanya tempat transit, maka para driver ojol tak lagi mengetem dan memenuhi pinggir-pinggir jalan sembari menanti datangnya orderan. “Tempat-tempat untuk transit, untuk penjemputan, karena kalau seperti ini (menunggu di pinggir jalan) terus akan menimbulkan masalah terus,” tegasnya.

Tak hanya kepada para pengelola, Anies juga meminta para driver ojol untuk tidak memilih pingir jalan ataupun trotoar sebagai tempat mangkal. Dan apabila masih ada driver ojol yang membandel, disebutkan akan ada tindakan tegas. “Kita tertibkan, nanti kita tertibkan semuanya,” ujar Anies.

Baca Juga: Wow! Ternyata Segini Rata-Rata Penghasilan Pengemudi Ojek Online

Secara terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Yani Wahyu mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan tegas kepada driver ojol yang masih saja memilih trotoar sebagai tempat mangkal.

Penertiban terutama akan dilakukan bagi para pengemudi ojol yang mangkal di jalan-jalan protokol dan juga kawasan strategis lainnya, seperti kawasan lingkar Medan Merdeka dan Sudirman-Thamrin. Tidak akan ada toleransi kepada setiap pelanggaran.

Adapun penindakan tegas tersebut, disampaikan Yani, diambil mengingat fungsi trotoar yang diperuntukkan bagi para pejalan kaki dan bukan para driver ojol. Terlebih lagi, saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah memperbaiki trotoar di jalanan ibu kota demi kenyamanan pejalan kaki.

“Saya tidak akan mentolelir siapa pun yang ingin memanfaatkan trotoar selain untuk pejalan kaki,” ujar Yani dengan tegas, Senin (23/7). “Kalai kita kasih peringatan ke mana kalau orangnya ganti-ganti, kita angkat aja,” pungkasnya.