Ternyata Begini Fasilitas ‘Wah’ Koruptor di Sukamiskin. Biayanya Sampai Ratusan Juta


    SURATKABAR.IDKPK menemukan fasilitas mencengangkan di sel narapidana Lapas Sukamiskin, Bandung. Di dalam sel terdapat alat pemanas air (water heater) hingga kloset duduk.

    Sel yang dihuni Fahmi Dharmawansyah ini memiliki fasilitas yang mewah seperti apartemen.

    Dilansir dari Liputan6.com, video tersebut ditayangkan dalam konferensi pers terkait operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang dilakukan di Lapas Sukamiskin. OTT yang menyeret Kalapas Sukamiskin Wahid Husein ini terkait dengan suap perizinan keluar masuk Lapas.

    Dalam perkara ini, KPK telah meningkatkan status empat orang yang diamankan sebagai tersangka suap. Dua orang diduga sebagai penerima suap, dan dua lainnya yang merupakan napi di Lapas Klas 1 Sukamiskin sebagai pemberi suap.

    KPK menyebut biaya untuk mendapat fasilitas tambahan di Lapas Sukamiskin, Bandung berkisar Rp 200-500 juta. Menurut KPK, biaya itu bukan untuk per bulan.

    Baca Juga: Terkait OTT Sukamiskin, Jokowi Didesak Segera Copot Menkumham Yasonna

    “Rp 200-500 juta. Bukan per bulan. Untuk mendapat ruangan, di sana kan ada juga narapidana umum, seharusnya fasilitas sama. Fasilitas narapidana umum dan korupsi sama saja. Tapi ada perbedaan. Kita ingat dulu Ain. Ini bukan yang pertama. Sekarang, itu antara rentangnya Rp 200-500 juta,” ungkap Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (21/7/2018).

    Syarif sendiri belum tahu secara pasti ada berapa banyak sel dengan fasilitas tambahan di Sukamiskin. Menurut Syarif, KPK masih mendalami hal itu.

    Selain itu, Wakil ketua KPK Saut Situmorang mengatakan ada tambahan dana jika seorang narapidana ingin menambah fasilitas di sel. Pengumpulan disebut KPK dilakukan oleh seorang narapidana.

    Sementara dalam kasus ini, Wahid Husein diduga menerima uang dan 2 mobil dalam jabatannya sebagai Kepala Lapas Sukamiskin sejak Maret 2018 terkait dengan pemberian fasilitas, izin Iuar biasa, dan lainnya yang tidak seharusnya kepada narapidana tertentu.