Berapa Uang Saku Bulanan Lalu Muhammad Zohri?


SURATKABAR.ID – Menjadi juara Dunia Atletik Junior 2018 yang berlangsung di Tampere, Finlandia, Lalu Muhammad Zohri telah mengejutkan dunia. Pasalnya, selisih waktunya amat tipis, hanya 0,01 detik dengan rekor milik Surya Agung, pelari kenamaan Indonesia yang rekornya masih bertahan hingga kini yakni 10,17 detik untuk lari 100 meter.

”Di final waktu itu, saya menjadi sangat bersemangat. Sebelum turun saya tak henti-hentinya berdoa kepada Allah,” ungkap Zohri saat ditemui Lombok Post (Jawa Pos Group) di kamarnya di Hotel Century Park, Jakarta, Selasa (17/07/2018), melansir laporan JPNN.com, Minggu (22/07/2018).

Itulah sebabnya sujud syukur mejadi hal pertama yang ia lakukan begitu ia mengetahui dirinya menang. Berdasarkan kisah perjalanan hidupnya, tentu saja realita Zohri kini sudah berubah 180 derajat. Dia tak lagi kesulitan membeli sepatu. Bahkan, sepatunya kini didominasi dengan produksi brand ternama dari luar negeri.

Celana latihannya tentu saja tak lagi satu. Selain apparel resmi yang digandeng untuk atlet Pelatnas, dia juga sudah mampu membeli baju-baju sport dengan beberapa brand ternama dari uangnya sendiri.

Sebagai atlet muda di Pelatnas, negara juga memberikan uang saku untuk Zohri. Dulu besarannya Rp 6 juta sebulan. Sekarang, nilainya sudah naik menjadi Rp 8 juta per bulan. Sementara untuk tempat tinggal dan makanan, sudah pula disiapkan seluruhnya.

Baca juga: Pelatih dan Remaja Tim Sepak Bola Thailand Ungkap Mengapa Mereka Masuk ke Dalam Goa

Persiapan Asian Games

Maka, hari-hari Zohri pun kini disiapkan dengan sibuk menempa diri. Dia memang akan menghadapi pesata olahraga multievent paling akbar di Asia yakni Asian Games. Di mana Indonesia adalah tuan rumah.

Di Asian Games, Zohri akan turun di nomor lari 100 meter dan nomor 4×100 estafet. Di nomor estafet, dia akan berjibaku dengan Fadlin, sprinter asal NTB lainnya, dan juga Eko Rimbawan serta Yaspi Boby, dua pelari dari Kalimantan Tengah dan Sumatera Barat.

Di lari 100 meter, Zohri tak dibebani meraih medali. Mengingat di sana yang bertanding adalah pelatih senior mancanegara. Sementara Zohri statusnya masih junior.

Sementara di nomor estafet, Zohri dan kawan-kawan, dibebankan meraih medali emas. Sebelum ini, pemusatan latihan juga telah digelar di Amerika Serikat. Selalu semangat Zohri, seluruh rakyat Indonesia mendukungmu!