Harga Ayam Melambung Rp 60 Ribu/Kg, Masyarakat Harap Bersabar


SURATKABAR.ID – Kembali melambung, harga ayam di pasaran kini tembus hingga Rp 60 ribu/ Kg. Begitulah yang dikeluhkan ibu rumah tangga kebanyakan di Provinsi Jambi. Setelah sempat normal menjelang Lebaran lalu, kini harga daging ayam kembali melonjak di pasaran. Bahkan jika tak berbelanja di pasar Angso Duo, harga daging ayam bisa lebih mahal yakni mencapai Rp 65 ribu per kilogram.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Amir Hasbi menyebutkan kenaikan harga daging ayam saat ini memang melonjak tinggi. Dia menengarai tren ini disebabkan oleh penurunan produksi ayam potong di kalangan produsen yang juga menurun drastis. Penurunan terjadi sekitar 40 persen dari biasanya.

“Biasanya sampai 15 ton produksi ayam potong. Saat ini menurun sampai 40 persen. Sehingga stok di pasaran sekarang sedikit,” ujarnya seperti dilansir dari Jambi Ekspres (Jawa Pos Group) via JawaPos.com, Sabtu (21/07/2018).

Penurunan produksi tersebut juga merupakan dampak dari libur panjang beberapa waktu lalu sebelum Lebaran. Sebab, saat libur panjang itu, produsen juga tak memproduksi secara maksimal, karena karyawannya juga banyak yang libur.

“Ada empat produsen ayam potong di Jambi, semuanya seperti itu. Dengan permintaan yang tinggi, namun pasokan berkurang tentu harga melejit,” imbuhnya.

Baca juga: Menteri BUMN Rini Soemarno: Tidak Ada Penjualan Aset Pertamina

Dengan produksi bulan Juli yang terbatas, saat ini harga jual daging ayam potong di tingkat produsen sudah mencapai Rp 25 ribu perkilogram ayam utuh. Sehingga sampai ke pengecer, harga ayam potong paling rendah sudah di angka Rp 55 ribu per kilogram.

“Di tingkat produsen sudah Rp 25 ribu, tentu di pengecer semakin mahal dijual ke pembeli,” tambahnya.

Tak Ada Solusi Konkrit

Menurut Amir, tak ada solusi konkrit yang bisa dilakukan dalam jangka pendek ini. Masyarakat diharapkan bersabar hingga harga kembali normal. Sebab, untuk produksi bulan Agustus nanti, diprediksi daging ayam potong sudah kembali normal. Sehingga harga jual daging ayam potong di pasaran juga sudah kembali normal.

“Libur panjang sudah usai, produksi kembali normal. Ketika libur panjang, selain produksi sedikit, masyarakat banyak mengadakan pesta, syukuran. Sehingga permintaan semakin tinggi, sementara produksi semakin rendah,” terangnya memaparkan.

Lebih lanjut, Ariansyah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan lain lagi dia menengarai polemik harga ayam ini dikarenakan produsen kelebihan biaya produksi.

Dimana berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan), produsen tak dibolehkan lagi memberikan vaksinasi kepada bibit ayam, sebab itu produsen butuh waktu 30-50 hari untuk panen.

Ia menjelaskan, jika bibit ayam divaksinasi, maka produsen hanya butuh waktu 30 hari hingga panen dan menghasilkan 1,6 kilogram per ekor. Sedangkan tanpa vaksinasi produsen membutuhkan waktu lama sehingga biaya produksi bertambah.

Ia berpendapat, harga ayam potong tinggi bukan hanya menjadi beban masyarakat, namun juga membuat lesu pedagang. Sebab itu pihaknya akan mengambil langkah konkrit bersama Satgas Pangan Jambi untuk menstabilkan harga ayam tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan oleh pihaknya, harga kebutuhan pokok dan harga ayam naik dari satu hari sebelumnya dari Rp 42 ribu kini menjadi Rp 50 ribu per kilogram.

“Berdasarkan pantauan harga, di Pasar Tradisional Simpang Pulai dan Talang Banjar, harga ayam Rp50 ribu perkilogram, sedangkan di Pasar Angsoduo terpantau diharga Rp48 ribu per kilogram,” ujar Ariansyah.

Dia menuturkan kenaikan harga disebabkan berkurangnya pasokan ke pasar-pasar tradisonal terbesar di daerah itu.  Selain ayam potong, telur ayam broiler juga mengalami kenaikan dari harga dari Rp24 ribu sehari sebelumnya menjadi Rp 27.200 per kilogram disebabkan berkurangnya pasokan.

Lebih lanjut, Eka selaku salah satu pedagang telur di sana juga mengeluhkan hal yang sama. Harga telur saat ini di Pasar Atas Muara Bungo juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

“Biasanya harga telur cuma Rp 40 ribuan untuk satu karpetnya. Sementara saat ini harga telur mencapai Rp 50 ribu. Kami berharap harga cepat kembali stabil dan penjualan akan normal kembali,” tukasnya.