Puluhan Tahun Mengasingkan Diri di Hutan Belantara, Sosok Anggota Terakhir Suku Amazon Tertangkap Kamera


SURATKABAR.ID – Sosok seorang pria yang merupakan anggota terakhir dari Suku Amazon akhirnya berhasil tertangkap kamera di kawasan Rondonia, Brazil. Pria tersebut terekam salah satu kamera milik Pemerintah Brazil tengah berusaha menebangi pohon pepaya.

Pria yang tak diketahui namanya tersebut, seperti yang dilansir laman Grid.ID dari Daily Mail, pada Jumat (20/7/2018), kali terakhir ditemukan pada tahun 1996 dan baru terekam kamera dua tahun setelahnya, yakni pada 1998 silam.

Selama 22 tahun terakhir, baik masyarakat maupun Pemerintah Rondonia menduga bahwa pria tanpa nama itu bertahan hidup hanya seorang diri di dalam hutan belantara. Pasalnya, lima orang teman yang juga merupakan anggota Suku Amazon dibunuholeh para petani lokap sekitar tahun 1995.

Tak hanya itu saja. Berkat bukti paling anayr dari rekaman kamera yang berhasil menguak keberadaan pria tersebut, fakta lain yang tak kalah mencengangkan turut terbongkar. Dan hal tersebut tentu saja membuat para peneliti sedikit bisa bernapas lega.

Rumah Pria Terakhir Suku Amazon

Untuk diketahui, sebelumnya, para anggota Suku Amazon harus terasing dari tanahnya sendiri dan menjadi buruan selama tahun 1970 hingga 1980-an. Para ahli dan peneliti meyakini bahwa, pria tersebut berhasil bertahan hidup hanya seorang diri di dalam hutan hingga detik ini.

Baca Juga: Mirip Film! Seorang Bule Nekat ‘Berevolusi’ di Hutan Kalimantan, Caranya Bertahan Hidup Bikin Merinding

Namun sayangnya, selama ini mereka tak mendapatkan izin untuk mengamati pria tersebut lebih dekat, seperti yang telah diatur dalam undang-undang Pemerintah Brazil, di mana semua orang, bahkan peneliti sekalipun, dilarang mendekati suku tersebut.

Secara berkala, tim peneliti datang untuk mengecek anggota terakhir Suku Amazon tersebut. Mereka berhasil menemukan hal mengejutkan, yakni pria tersebut kerap menggali lubang di tanah. Bukan hanya digunakan untuk menjebak hewan buruan, lubang tersebut juga sebagai tempat persembunyian dirinya.

Agar bisa bertahan hidup tanpa bantuan orang lain, pria berusia 50 tahun tersebut menghabiskan waktunya dengan menebangi pepohonan sembari mencari bahan makanan. Ia bahkan membuat kebun mini untuk menanam pohon pepaya dan jagung.

Fiona Watson, peneliti dari Survival International mengklaim bukti rekaman video tersebut sangat luar biasa. Dengan menemukan kenyataan bahwa pria tersebut sanggup bertahan hidup hingga detik ini, dapat memberikan harapan baru bagi masyarakat luas.

Selain di kawasan Rondonia, setidaknya ada sekotar 113 suku lain yang menempati pedalaman Hutan Amazon. Namun, hingga saat ini baru 27 di antara mereka saja yang berhasil ditemukan dan terekam kamera sebagai bukti keberadaan mereka.