Pengemudi Rubicon Menangis Histeris Setelah Tahu Korban yang Ditabraknya Tewas

SURATKABAR.IDDC (44) seorang pengemudi mobil Jeep Rubicon menangis histeris ketika mengetahui remaja WR (16) yang ditabraknya meninggal dunia.

WR yang mengendarai motor Yamaha Mio tewas setelah ditabrak pengemudi Jeep Rubicon B 3545 RYA, DC (44), di Jalan Arif Rahman Hakim, Depok, Senin (16/7/2018).

“Setelah kami beritahu kalau Wiradi meninggal lalu kami antar ke Rumah Sakit, eh pelakunya menjerit nangis,” ucap Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo, dilansir Kompas.com, Kamis (19/7/2018).

WR mengalami luka parah hingga tak sadarkan diri. Ia meninggal di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok pada Selasa (17/7/2018).

Sutomo mengatakan, pengemudi Rubicon ini bertanggung jawab atas kesalahan yang dia lakukan. DC membiayai administrasi korban mulai dari rumah sakit, proses pemakaman, dan persiapan acara tahlilan di rumah korban.

Baca juga: Naik Rubicon ke Polda Metro, Novel Laporkan Ahok Karena ‘Fitsa Hats’

“Pengemudi ini bantu membiayai rumah sakitnya kan dia juga datang untuk melihat korban, proses pemakamannya juga dibantu, hingga tahlilan pun ia datang,” ucap dia.

Kecelakaan itu terjadi karena DC yang mengemudikan Rubicon melawan arah di Jalan Arif Rahman Hakim pukul 22.50.

Pengemudi Rubicon yang berada di jalur yang salah kemudian menabrak pengendara motor yang datang dari arah berlawanan.

Akibat ditabrak cukup kencang, korban luka berat dan tak sadarkan diri. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga di Depok, tetapi nyawanya tak tertolong.

Keesokan harinya, korban dimakamkan di Depok. Adapun pengemudi mobil Rubicon telah diamankan pihak kepolisian.

“Pelaku ada di kantor kami telah kami amankan dan sedang kami minta keterangannya,” ucapnya.

Pengemudi Rubicon dianggap melanggar UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman hukuman pidana penjara.

“Sistem satu arah ini sudah tidak diberlakukan mulai pukul 22.00 sehingga pelaku melawan arah dan menabrak Wiradi yang saat itu sedang melaju ke arah sebaliknya,” ujar Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Sutomo, Kamis (19/7/2018).

DC mengaku tak tahu sistem satu arah sudah tidak berlaku di atas pukul 22.00. Sehingga ia melintas di jalur untuk arah yang berlawanan.

Seperti diketahui, sistem satu arah (SSA) diterapkan di ruas Jalan Arif Rahman Hakim, Depok, setiap hari mulai pukul 15.00 sampai pukul 22.00.