Buah Hati Denada Divonis Leukimia, Ortu Wajib Kenali Gejala Kanker Darah Pada Anak


SURATKABAR.ID – Penyakit kanker darah merupakan salah satu kanker paling berbahaya bagi anak-anak. Di Indonesia, kanker darah alias leukemia ini menduduki nomor satu kanker yang paling sering diidap anak-anak selain kanker mata. Mengutip laman Web MD dalam Dream.co.id, meski berbahaya, leukimia bisa diatasi jika gejalanya disadari sejak dini.

Buah hati dari penyanyi Denada, Shakira Aurum, didiagnosis mengidap kanker darah atau leukemia. Bocah lima tahun itu harus menjalani serangkaian pengobatan di Singapura selama satu bulan lebih. Dengan berderai air mata, Denada menceritakan bagaimana sang anak berjuang melawan penyakit yang menggerogoti tubuh anaknya itu.

“Untuk harus melewati semua yang dia lewati, tusuk sini tusuk sana, ambil darah nggak bisa, kasih obat tidur dia, operasi, dipasang alat yang langsung masuk ke pembuluh darah utamanya, dikasih anestesi. Dan dia nggak tahu itu ini kenapa,” jelas Denada saat diwawancarai Feni Rose dalam acara Rumpi No Secret, melansir laman TribunNews.com.

Melansir HelloSehat.com, Kamis (19/07/2018), sel darah putih merupakan salah satu jenis darah yang diproduksi dalam sumsum tulang belakang tubuh manusia. Sel darah putih memegang peranan sangat penting, karena mampu melindungi tubuh dari infeksi hingga kondisi medis lain yang mungkin tak terdeteksi, bila masih dalam jumlah yang wajar.

Meski begitu, terdapat kondisi di mana sumsum tulang belakang memproduksi sel darah putih yang abnormal. Kondisi inilah yang kemudian dikenal dengan kanker darah (leukemia). Sel-sel leukemia ini berkembang dan bertumbuh dengan sangat cepat, hingga melebihi jumlah yang dianjurkan. Kondisi ini membahayakan tubuh karena meningkatkan risiko tubuh terpapar selain infeksi, juga anemia hingga pendarahan.

Baca juga: Hancur Saksikan Efek Kemo Sang Putri, Denada Sampai Rela Lakukan Hal Ini

Jenis-jenis Leukemia

Berdasarkan seberapa cepat perkembangannya serta jenis sel darah putih yang diserang, leukemia ini dibedakan jadi beberapa jenis yakni:

  • Leukemia akut. Sel-selnya berkembang dengan sangat cepat hingga gejala-gejalanya bisa segera Anda rasakan. Biasanya dialami anak dengan usia 3 hingga 5 tahun.
  • Leukemia kronis. Bila sel-selnya berkembang dengan lambat dan gejala-gejalanya tidak langsung Anda rasakan. Namun karena sulitnya dideteksi, perlahan namun pasti, keadaan penderita bisa saja tiba-tiba memburuk. Hal ini dikarenakan, leukemia ini baru memunculkan gejala, saat jumlah selnya telah meningkat dalam darah.
  • Leukemia limfositik atau limfoblastik. Bila jenis sel darah putih yang diserang adalah jenis lymphocytes.
  • Leukemia myelogenous. Bila jenis sel darah putih yang diserang adalah jenis myelosit.
Sering Terjadi pada Anak

Sayangnya, leukemia ini rentan terjadi pada usia anak-anak. Beberapa jenis leukemia (kanker darah) pada anak, antara lain:

  • Leukemia lympoblastic akut (ALL). Tiga dari 4 kasus leukemia pada anak adalah leukemia jenis ini. Jenis ini biasanya menyerang sel darah putih limfosit. Berdasarkan data American Cancer Society, lebih dari 85 persen anak pengidap leukemia, telah berhasil hidup selama 5 tahun setelah dirawat.
  • Leukemia myelogenous akut (AML). Selain ALL, leukemia jenis ini juga sering dijumpai dan biasanya menyerang sel darah putih myelosit.
  • Hybrid atau lineage leukemia ialah leukemia dengan gejala menyerupai ALL dan AML.
  • Leukemia kronis.
  • Leukemia myelomonocytic juvenile.
Penyebab Leukimia pada Anak

Hal ini diperparah dengan belum diketahui secara pasti oleh paramedis, apa penyebab leukemia pada anak ini. Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan potensi seorang anak terpapar leukemia yaitu:

  • Adanya penyakit keturunan seperti Down syndrome.
  • Adanya penyakit keturunan gangguan pada imun tubuh.
  • Memiliki seorang saudara kandung atau kembaran dengan leukemia.
  • Riwayat paparan radiasi, kemoterapi, benzena dengan takaran yang tinggi.
  • Riwayat pada sistem imun seperti transplantasi organ.
Gejala kanker darah pada anak

Deteksi dini tentu lebih mampu meningkatkan keberhasilan pengobatan. Sebagian besar gejala leukemia pada anak sering kali muncul saat jumlah sel darah putih mulai menggangu sel yang normal lain. Gejala yang biasa terjadi adalah sebagai berikut:

  • Lemas, pucat.
  • Infeksi dan demam.
  • Mudah berdarah atau terluka.
  • Muncul lebam atau memar.
  • Nyeri pada otot, batuk.
  • Mual, muntah.
  • Hilang selera makan.
  • Sakit kepala.
  • Napas tersengal-sengal.
Mengobati kanker darah pada anak

Penanganan medis baru diberikan jika tim medis telah mengetahui jenis leukemia yang menyerang si anak. Biasanya, pengobatan medis yang diberikan pada anak dengan leukemia adalah kemoterapi dengan menerima obat-obatan anti-kanker dan terapi radiasi untuk membunuh sel kanker dengan radiasi berkekuatan tinggi. Transplantasi sumsum tulang belakang baru dilakukan jika kemoterapi atau terapi radiasi ternyata tidak memberi hasil yang efektif.