Siapa Sangka, 5 Kebiasaan Sehari-Hari Ini Ternyata Merusak Lingkungan

SURATKABAR.IDSetiap tindakan kecil yang kamu lakukan setiap hari dapat memberikan dampak yang baik atau buruk untuk lingkungan sekitar.

Kebanyakan orang sudah tahu bahwa penggunaan plastik dapat membahayakan lingkungan. Namun, bukan itu saja, kebiasaan yang sering kita lakukan juga bisa berdampak buruk bagi lingkungan

Berikut adalah 5 kebiasaan sehari-hari yang ternyata merusak lingkungan, dilansir Cosmopolitan, Kamis (19/7/2018).

Menggunakan deterjen

Faktanya, deterjen yang mengandung fosfat dapat memicu pertumbuhan lumut dalam air segar. Akibatnya, oksigen yang tersedia untuk makhluk laut pun semakin menipis.

Pemutih pakaian juga dapat mengganggu lingkungan sekitar. Pemutih klorin yang tercampur dengan kandungan mineral dalam air dapat membentuk toksin yang berbahaya.

Baca juga: Kurangi Limbah Pakaian, Peneliti dari Aalto University Ubah Kain Polyester Jadi Bahan Ramah Lingkungan

Membersihkan wajah dengan eksfolian

Pernah menggunakan facial wash dengan kandungan microbeads? Microbeads adalah bulir-bulir kecil dalam sabun wajah kamu yang berguna sebagai scrub untuk mengelupas sel kulit mati.

Sayangnya, microbeads sebenarnya terbuat dari butiran plastik yang sangat kecil, sehingga material tersebut dapat tembus melewati filter pengolahan air dan menjadi makanan untuk hewan laut.

Menyalakan lampu saat tak diperlukan

Matikan lampu saat tidak diperlukan, karena aksi menghemat listrik akan mengurangi asap beracun yang dikeluarkan oleh pembangkit tenaga listrik.

Mesin tersebut membutuhkan bahan bakar untuk bekerja, maka mematikan listrik saat tidak dibutuhkan akan menghemat uang kamu dan membantu melestarikan lingkungan.

Charging gadget semalaman

Meskipun tidak terlalu membahayakan lingkungan, kebiasaan charging gadget semalaman sebenarnya membuang energi dan uang. Energi yang terus disalurkan akan menjadi sia-sia.

Membeli celana jeans baru

Ternyata, dibutuhkan sekitar 2900 galon air untuk menghasilkan satu pasang celana jeans. Sementara air sebanyak itu bisa mengisi 70 bak mandi.

Fakta menyedihkan lainnya, 1 dari 9 orang di dunia belum memiliki akses air bersih.