Dua WNI Diculik di Malaysia dan Dimintai Tebusan Rp 1,6 Miliar, 9 Pria WNA Terlibat. Siksaannya Bikin Merinding!


SURATKABAR.ID – Tindak kejahatan bisa mengintai siapa pun juga. Setelah sebelumnya warganet dihebohkan dengan berita penculikan tour leader yang tengah membawa turis WNI di Maroko, kini hal serupa dialami dua orang pria asal Indonesia.

Dilansir laman Tribunnews.com dari Asia One, pada Rabu (18/7/2018), dua warga negara Indonesia (WNI) diculik dan dimintai uang tebusan yang jumlahnya tak main-main, yakni sebesar RM 450 ribu atau yang setara dengan Rp 1,6 miliar jika ingin dibebaskan.

Kepala Kepolisian Johor, Datuk Mohd Khalil Kader Mohd menyampaikan, atas kasus tindak penculikan tersebut, polisi mengamankan sembilan orang pria, termasuk satu warga Singapura yang diduga turut terlibat sebagai pelaku penculikan.

Adapun usia para tersangka berkisar antara 20 hingga 43 tahun. Kesembilan tersangka ditangkap usai ada teman korban yang membuat laporan kepada polisi. Sang pelapor memaparkan bahwa salah satu istri korban menghubungi dirinya dan memberitahu bahwa sang suami diculik.

Baca Juga: Gempar Tour Leader Tinggalkan Turis WNI di Maroko, EA Mengaku Diculik. Tak Disangka Begini Kebenarannya

“Istri korban mengatakan kepadanya bahwa dia telah menerima telepon dari salah satu tersangka bahwa suaminya bersama mereka dan menuntut dia membayar mereka RM 450 ribu,” tutur Datuk, seperti yang dikutip dari laman Tribunnews.com.

Dan saat ini kesembilan pelaku telah mendekam di balik jeruji besi di Kantor Kepolisian Batu Pahat, Johor Bahru dan Muar. Sementara dua orang korban penculikan, telah berhasil diselamatkan oleh petugas kepolisian.

Salah satu korban yang berhasil diselamatkan oleh polisi diketahui mendapatkan luka pada bagian punggung yang diduga berasal dari air panas yang sengaja dituangkan padanya sebagai bentuk siksaan dari para pelaku.

Dan selain menangkap pelaku penculikan, aparatkepolisian turut menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai sebesar RM 36 ribu, senjata api yang dilengkapi dengan 19 butir peluru, dan obat-obatan terlarang.

Menurut penyelidikan lebih lanjut, polisi berhasil menarik kesimpulan yang menunjukkan bahwa semua tersangka merupakan pengguna narkoba. Tidak hanya itu saja. Hasil investigasi mengungkap fakta lain yang tak kalah mengejutkan, yakni para tersangka rupanya terlibat dalam sindikat obat terlarang yang aktif di Malaysia dan Indonesia.