Luar Biasa! Bukti Cinta Sehidup Semati, Pasangan Ini Dikubur Saling Berpelukan Selama 3 Ribu Tahun


SURATKABAR.ID – Kekuatan cinta memang sanggup mengalahkan segala macam rintangan yang ada. Dan sebuah hal luar biasa baru saja ditemukan para arkeolog di sebuah desa kecil bagian barat Ukraina, setelah terkubur 3000 tahun lamanya.

Jasad seorang pria dan wanita, seperti yang dilansir dari laman Grid.ID, pada Selasa (17/7/2018), sitemukan dalam kondisi saling terkunci dalam pelukan penuh kasih. Fakta mengejutkan sekaligus mengerikan, sang wanita bahkan rela dikubur hidup-hidup demi mendampingi sang suami!

Pasangan suami istri tersebut terlihat berpelukan dan bergandengan tangan sejak zaman perunggu. Dan dilansir Grid.ID dari The Sun, mereka diperkirakan berasal dari kehidupan prasejarah Vysotskaya atau Wysocko, sebuah budaya di dekat Desa Petrykiv, selatan Kota Ternopil, di barat Ukraina.

Mykola Bandrivsky, sang profesor yang melakukan penelitian terkait penemuan jasad pasangan purba dengan kondisi fenomenal tersebut menilai, temuan ini menjadi bukti nyata adanya pemakaman dengan keunikan tersendiri.

“Seorang pria dan wanita terbaring di sana, saling berpelukan erat. Kedua wajah saling menatap, dahi mereka saling bersentuhan. Wanita itu berbaring terlentang, dengan tangan kanannya dengan lembut memeluk pria itu, pergelangan tangannya tergeletak di bahu kanannya,” jelas sang profesor.

Baca Juga: Fenomenal! Terkubur Selama 2000 Tahun di Kedalaman 5 Meter, Ukuran Peti Mati Kuno Ini Bikin Melongo

“Kaki-kaki wanita itu ditekuk di lutut dan tergeletak di atas kaki pria yang diregangkan. Kedua manusia yang mati itu mengenakan hiasan perunggu dan di dekat kepala ditempatkan beberapa barang tembikar, seperti mangkuk, kendi, dan tiga bailer,” tambah Bandrivsky lebih lanjut.

“Budaya kuno ini dikenal karena ‘kelembutan’ dan terlihat dari pemakamannya,” ujar sang profesor yang sekaligus merupakan direktur cabang Transcarpathian dari Rescue Archaeological Service, Institute of Archaeologi of Ukraine.

Terkait penemuan tersebut, pakar otopsi mengungkapkan, bahwa sangat mustahil meletakkan tubuh wanita dalam posisi yang penuh cinta seperti itu apabila ia sudah tak lagi bernyawa. Menurut para ahli, kemungkinan besar, si wanita memutuskan untuk dikubur bersama pasangan tercintanya.

Menurut literatur yang berkembang di sekitar lokasi, warga mereka memiliki keyakinan untuk menyarankan pihak wanita agar menenggak racun sebelum melangkah masuk ke dalam liang lahat dan melingkarkan tangannya memeluk sang suami yang baru saja meninggal.

Pada kasus lainnya, pemakaman dari budaya tersebut mengungkapkan, ketika mati, seorang pria akan menggenggam tangan seorang wanita. Dan bibir si pria akan menyentuh kening si wanita dengan posisi kedua lengan mereka saling berpelukan.

Dokter Bandrovsky menegaskan,” Dari sudut pandang kami, wanita ini melakukannya secara sukarela. Mungkin, wanita itu tidak ingin hidup dengan pria lain dan terbiasa dengan cara hidup yang baru. Jadi dia lebih suka pergi dengan suaminya.”

Kondisi Jasad Ketika Digali

“Kami kira keputusan seperti itu ditentukan hanya oleh keinginannya sendiri dan usahanya untuk tetap bersama kekasihnya. Dia mungkin, misalnya, telah meminum piala racun agar bisa menyatu dan bersama meninggal dengan suaminya tanpa rasa sakit,” jelas Dr Bandrovsky.

Dalam budaya Vysotkaya, pernikahan merupakan tali ikatan yang sangat ditinggikan. Bagi pasangan suami istri, mereka memiliki tanggung jawab besar dan dalam keyakinan mereka, wanita lebih baik mati bersama sang suami.

Orang-orang di zaman Perunggu Akhir, menurut Dr Bandrovsky, mempercayai adanya kehidupan abadi bagi jiwa-jiwa manusia yang sudah meninggal. Ia menyebut, “Faktanya sangat menarik bahwa di bagian lain Eropa, pasangan pria dan wanita yang meninggal dunia akan dimakamkan berdampingan.”

“Tetapi dalam budaya Vysotkaya, pasangan pria dan wanita akan dikubur dalam satu lubang untuk memperlihatkan kelembutan serta simpati terbesar terhadap satu sama lain,” pungkas arkeolog Ukraina terkemuka tersebut.