Seorang Haji Kaya Raya Ingin Dikubur Bersama Harta Bendanya, Alasannya Mencengangkan


    SURATKABAR.ID – Harta merupakan salah satu rezeki yang diberikan Allah SWT kepada hambanya. Ada beragam cara manusia mensyukuri harta tersebut.

    Namun, seorang haji kaya raya yangakrab disapa Haji Usman, menuturkan keinginan tak terduga perihal harta kekayaannya. Ia dengan terang-terangan mengaku ingin dikuburkan bersama hartanya.

    Padahal, dalam Islam tak diperbolehkan menguburkan jenazah bersama harta atau benda yang dimilikinya semasa hidup.

    Dilansir tribunnews.com, Oktober 2017 lalu, Haji Usman merupakan pemilik usaha batik dan olahan tekstil terkemuka di Yogyakarta. Bagi masyarakat setempat, Haji Usman dikenal sebagai sosok yang dermawan.

    Baca juga: Menyayat Hati, Bocah Laki-Laki Ini Makan dan Minum dari Tong Sampah. Reaksi Warga Sekitar Bikin Gregetan

    Baginya, harta seakan tak lagi berharga hingga dengan mudah diberikannya pada orang lain. Kedermawanannya ini pun membuat sejumlah pengusaha muda terinspirasi. Mereka mendatangi Haji Usman dengan niat berguru sekaligus menimba ilmu pada beliau.

    “Ajarkan pada kami Ji, bagaimana caranya agar kami seperti haji Usman. Bisa bisnis maju sukses, tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan. Hingga seperti haji Usman, bersadaqah terasa ringan,” tutur salah satu pengusaha muda ini.

    Namun, Haji Usman seakan tak setuju pada perkataan pengusaha muda tersebut. Ia mengatakan bahwa mereka telah datang pada orang yang salah.

    “Wah, antum salah alamat! Kalian datang pada orang yang salah,” ujarnya seraya tertawa.

    Haji Usman kemudian melanjutkan ucapannya. Ia mengaku bahwa dirinya sangat mencintai harta dan aset yang kini dimilikinya.

    “Lha saya ini sangat sayang juga mencintai harta saya. Saya ini sangat mencintai aset yang saya miliki.” lanjutnya.

    “Lho?” jawab pengusaha muda terheran-heran.

    Menanggapi jawaban pengusaha muda dihadapannya, Haji Usman malah mengatakan bahwa ia ingin dikubur bersama hartanya.

    “Kok lho. Lha sebab saking cinta dan sayangnya saya pada harta, sampai-sampai saya tidak rela meninggalkan harta saya di dunia ini. Akan saya bawa mati dikubur dengan harta bisnis saya. Saya tidak mau berpisah dengan kekayaan saya,” tuturnya enteng.

    Pengakuan ini tentu membuat para pengusaha muda yang ingin berguru pada Haji Usman melongo. Mereka tak menyangka akan mendapat pengakuan tersebut.

    Namun, Haji Usman kemudian melanjutkan ucapannya. “Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu. Titip pada masjid. Titip pada anak yatim. Titip pada fakir miskin. Titip pada madrasah. Titip pada pesantren. Titip pada pejuang fii sabilillah. Titip pada guru-guru agama. Titip pada karyawan yang rajin ibadah. Titip pada saudara dan karyawan yang sakit,” katanya.

    “Alhamdulillah ada yang berkenan mau dititipi, saya senang sekali. Alhamdulillah ada yang sudi diamanati, saya bahagia sekali. Insya Allah di akhirrat nanti saya bisa sambil lagi titipan saya,” tegasnya.

    Haji Usman pun menegaskan bahwa harta itu sebenarnya dibawa mati. Namun, sebagai manusia kita harus minta tolong pada anak yatim, fakir miskin, dan orang-orang yang berjuang di jalan-Nya untuk dititipi.