Asosiasi Atletik Polandia Akui Pinjamkan Bendera ke Zohri. Video Ini Buktinya?


SURATKABAR.ID – Kemenangan Lalu Mohammad Zohri dalam Kejuaraan Dunia Atletik U-20 untuk nomor lari 100 meter yang berlangsung di Finlandia, Rabu (11/7/2018) lalu menghebohkan netizen.

Terlebih ketika beredar kabar bahwa bendera yang digunakan Zohri saat selebrasi merupakan bendera Polandia yang sengaja dibalik. Pasalnya, atlet 18 tahun ini tak mendapatkan bendera Indonesia saat lomba usai.

Kejadian ini pun diunggah ke Twitter oleh Polski Związek Lekkiej Atletyki  (PZLA), Asosiasi Atletik Polandia. Dalam postingan pada 11 Juli 2018 lalu, PZLA mengunggah foto Zohri menjelang selebrasi. Sedangkan di belakangnya tampak seorang pria dan wanita yang jika dilihat dari warna kulit, diduga bukan orang Indonesia.

Ya—bendera ini, yang kalian dapat lihat melalui gambar tersebut adalah bendera Putih-Merah milik Polandia. Tim kami meminjamkannya (kepada Mohammad Zohri –Red), tetapi para jurnalis menolak menerjemahkannya ke dalam (bahasa) Indonesia @#IAAFW,” tulis akun Twitter tersebut dalam bahasa Polandia, dilansir republika.co.id, Minggu (15/7/2018).

Baca juga: Polemik Bendera Polandia di Kemenangan Zohri, Rupanya Ada 3 Negara Lain dengan Bendera Merah Putih

Selain pengakuan PZLA, di Youtube juga beredar sebuah video yang tengah menjadi trending. Dalam video tersebut terlihat seorang pria yang mengenakan topi dan tas ransel mengambil bendera yang digunakan Zohri di bahunya.

Dilansir tribunnews.com, Senin (16/7/2018), video tersebut diunggah oleh akun anshori.tv dan diberi judul “TIBA-TIBA ORANG ASING INI AMBIL BENDERA MERAH PUTIH Lalu Muhammad Zohri”.

Diunggah pada 14 Juli 2018 kemarin, hingga siang ini video tersebut telah ditonton lebih dari 1,2 juta kali.

Cukup mengejutkan… Ternyata bendera itu adalah bendera Polandia yang di pinjamkan untuk Zohri, karena di tempat itu tidak ada yang bawa bendera Indonesia,” bunyi tulisan dalam video tersebut.

Polemik soal bendera ini juga sempat ditanggapi Duta Besar RI untuk Finlandia, Wiwiek Setyawati Firman. Menurutnya, hanya awak media yang bisa berada di dekat garis finis untuk liputan dan tak ada media Indonesia yang meliput. Sedangkan pelatih duduk di tribun penonton dan tak diperbolehkan masuk ke lintasan.

“Hanya superman-lah yang bisa meloncati pagar masuk ke lintasan untuk memberikan bendera di garis finis dengan cepat dalam tempo yang sama dengan wartawan AS yang sedari awal memang sudah siap siaga di garis finis,” terang siaran pers KBRI Finlandia, Jumat (13/7/2018) lalu.