Gatot Brajamusti Dihukum 20 Tahun Penjara, Reza Artamevia Bilang Tak Adil

    SURATKABAR.IDReza Artamevia mengungkapkan total hukuman 20 tahun buih atas Gatot Brajamusti tidak adil.

    “Beliau tidak mendapatkan keadilan yang benar,” ungkap Reza Artamevia saat ditemui Grid.ID di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, dikutip TribunSeleb, Jumat (13/7/2018).

    Menurut ibu dua anak ini, ada kecacatan hukum yang terjadi di Indonesia dan telah dialami oleh Gatot Brajamusti.

    “Yang pasti ada kecacatan dalam hukum Indonesia,” lanjut Reza Artamevia.

    Reza Artamevia yang merupakan murid spiritual dari Gatot Brajamusti sempat menjadi saksi dalam kasus yang menjerat Gatot.

    Baca juga: Wow! Nadine Chandrawinata akan Dipanggil Polisi Terkait Kasus Gatot Brajamusti

    Adapun total hukuman 20 tahun penjara Gatot Brajamusti merupakan akumulasi atas tiga kasus yang menjeratnya, yakni kasus kepemilikan narkoba, kasus asusila, dan kasus kepemilikan senjata api dan satwa liar yang dilindungi.

    Gatot Brajamusti terbukti bersalah karena telah menipu dan membujuk seorang anak berusia 16 tahun agar mau melakukan persetubuhan dengannya.

    Dalam persidangan yang digelar secara terbuka di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada (24/4/2018) Hakim Ketua, Irwan membacakan kronologi Gatot Brajamusti membujuk anak berinisal CTP untuk melakukan persetubuhan berdasarkan keterangan saksi dan bukti persidangan.

    Awalnya, CTP ditawari untuk menjadi backing vocal oleh manajeman. Kemudian dibawa ke Kemang untuk dikenalkan dengan band Gatot dan latihan hingga pukul 3 pagi.

    “Setelah latihan pukul 3 pagi, terdakwa sudah ada di dalam bus dan saksi CTP masuk ke dalam bus,” jelas Irwan.

    Saat di dalam bus, Gatot Brajamusti mencoba mencium CTP namun tidak mau karena Gatot telah memiliki istri.

    “Terdakwa mencoba mencium saksi CTP, namun tidak mau. Saksi dirayu sebelumnya. Bibir saksi mau dicium. Kemudian terdakwa mengeluarkan bong dan berisi aspat atau makanan jin.”

    “Saksi CTP tidak mau dan selalu menolaknya. Terdakwa bilang Aspat dari negeri jin. Kemudian, terdakwa mencium saksi. Saksi mengaku dihipnotis,” kata Irwan dalam persidangan.