Benarkah NASA Hancurkan Bukti Kehidupan di Planet Mars 40 Tahun Silam?


SURATKABAR.ID – Selama ini sudah puluhan tahun yang dihabiskan NASA untuk menemukan berbagai bukti kehidupan di Planet Mars. Dengan ditemukannya buti-bukti tersebut, manusia akan mendobrak terobosan ilmiah terbesar sepanjang sejarah. Sebelumnya, wahana antariksa pertama yang dikirim manusia ke planet merah tersebut bernama Viking Lander.

Mengutip laporan Sains.Kompas.com, Sabtu (14/07/2018), pesawat tak berawak ini dikirim NASA ke Mars pada pertengahan 1975. Viking Lander diketahui telah mengeksplorasi planet merah sampai sepuluh bulan kemudian.

Saat itu, misi pesawat tersebut adalah untuk menemukan sampel organik yang menunjukkan adanya kehidupan di Mars di masa lalu. Namun, sampai akhir misinya dan kembali pulang ke bumi, Viking Lander tidak membawa hasil.

Dan kini, setelah lebih dari 40 tahun berlalu, sebuah penelitian terbaru menduga Viking Lander justru telah menghancurkan bukti kehidupan yang dicarinya.

Berdasarkan makalah yang terbit di Journal of Geophysical Research: Planets, Rabu (20/06/2018), para ahli memuat hasil mereka setelah mempelajari program Viking Lander yang dirancang untuk menganalisa tanah planet merah dan menemukan sampel organik di Mars.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Warna Tertua di Dunia, Umurnya 1,1 Miliar Tahun!

Tak Sengaja Bakar Sampel yang Dicarinya

Yang menarik, para ahli yang terlibat dalam studi baru ini menyebutkan bahwa semuanya salah dari awal. Menurut Melissa Guzman, sang penulis utama laporan tersebut, saat Viking Lander mendarat di permukaan Mars, ia membakar sampel tanah untuk menganalisis uap yang dihasilkan.

Padahal, dalam laporan tahun 2008 tentang misi NASA yang menjelajahi kutub utara Mars, ditemukan bahwa tanah Mars mengandung sejenis garam yang mudah terbakar, yang disebut perklorat.

Dari temuan tahun 2008 itu, para ahli kemudian menarik kesimpulan bahwa kedatangan Viking Lander 40 tahun silam secara tidak sengaja malah membakar sampel yang dicarinya.

“Ini benar-benar tidak terduga dan tidak kami ketahui. Ini seperti Anda mendapat wawasan baru dan menyadari yang sebelumnya dilakukan adalah salah,” tandas ilmuwan NASA, Chris McKay kepada New Scientist seperti dilansir Newsweek, Kamis (12/07/2018).

Sementara itu, laporan BGR menyebutkan bahwa para ilmuwan masih tak bisa mengatakan apakah pernah ada kehidupan di Mars atau tidak. Adanya molekul organik sejatinya merupakan petunjuk besar. Namun tetap saja, dibutuhkan proses alami lainnya hingga dapat menghasilkan kehidupan.