Pengorbanan Warga Thailand untuk Evakuasi Anak di Gua, Sampai Rela Sawahnya Banjir


SURATKABAR.ID Peristiwa tragis yang menimpa 12 bocah Thailand terjebak dalam gua bersama satu orang gurunya dikabarkan menelan satu orang korban jiwa. Korban meninggal itu justru datang dari salah satu anggota penyelamat.

12 bocah Thailand bersama satu orang gurunya itu diketahui terjebak di dalam Gua Tham Luang, Chiang Rai, Thailand sejak Sabtu (23/6/2018) lalu. Proses evakuasi menegangkan sekaligus berbahaya dilakukan untuk menyelamatkan para korban.

Dilansir dari Kumparan.com, pengorbanan warga Thailand untuk evakuasi korban di dalam gua.

  • Pijat

Sejumlah relawan mendirikan tenda medis untuk anggota tim penyelamat yang kelelahan. Di sana mereka menyediakan ranjang hingga memberikan pijat cuma-cuma bagi mereka yang ikut mengevakuasi 12 anak di gua.

Baca Juga: Tim Penyelamat Thailand Kembali Selamatkan 4 Anak yang Terjebak di Gua Tham Luang

  • Laudry gratis

Tiap malam, Rawinmart Luelert mengumpulkan pakaian-pakaian kotor milik anggota tim penyelamat untuk ia cuci di tempat usaha laundry-nya. Hal ini ia lakukan karena ingin turut berperan dalam misi penyelamatan 12 anak di gua.

“Suatu hari salah satu teman saya mengirimkan gambar-gambar tim penyelamat mengenakan baju kotor. Katanya, mereka sudah tidak mencuci baju selama empat hari. Jadi tentu ini kehormatan bagi saya untuk mencuci baju mereka,” ungkap Rawinmart.

  • Sawah Banjir

Petani bernama Lek Lapdaungpoin rela puluhan hektare lahan pertaniannya banjir dan ternaknya mati demi menyelamatkan 12 anak dan seorang pelatih bola mereka itu dari dalam gua Tham Luang, Chiang Rai. Menurut Lek, ini hanyalah kontribusi kecil.

“Dengan bertani, uang masih bisa dicari. Tapi 13 nyawa adalah sesuatu yang tidak bisa kita ciptakan,” terang Lek, Rabu (11/7/2018).

Seluas 20 hektare ladang Lek dibanjiri air, sebanyak 100 ternak itiknya juga mati terbawa arus air. Tapi Lek berbesar hati, pengorbanan ini dilakukan untuk menyelamatkan nyawa.

“Kami tidak memikirkan soal kerugiannya,” ujar istri Lek, Koung.