Saat Gerindra Singgung Rekam Jejak Politik TGB Zainul Majdi


SURATKABAR.ID – Dukungan Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi selaku Gubernur Nusa Tenggara Barat kepada Joko Widodo (Jokowi) untuk melanjutkan kepemimpinannya sebagai presiden mendapat respon dari 2 partai oposisi, Gerindra dan PKS. Terutama PKS yang menginginkan klarifikasi langsung dari TGB.

Disebutkan oleh Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade, hal tersebut bukan hal yang mengejutkan.

“Itu hal yang wajar karena Pak TGB selalu mencari batu loncatan,” ujar Andre pada tim wartawan melalui sambungan telepon, Jumat (06/07/2018). Demikian sebagaimana dikutip dari laporan Republika.co.id, Sabtu (07/07/2018).

Ia menyebutkan, dahulu setelah menyelesaikan perkuliahan, TGB bergabung dengan Partai Bulan Bintang (PBB). Setelah itu, pada era mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sedang berjaya, ia bergabung dengan Demokrat dan menjadi Gubernur NTB.

“Setelah Pak Jokowi menjadi penguasa, beliau merapat. Itu memang rekam jejak beliau seperti itu,” ungkap Andre menjelaskan.

Baca juga: Ditanya Soal Duet JK-AHY, Cak Imin: Pokoknya Kalau Cawapresnya Saya, Kami yang Menang

Andre pun mengungkapkan Gerindra tak terlalu khawatir dengan perpindahan arah politik TGB ini. Ia yakin para ulama dan kiai tak mendukung keputusan pribadi TGB dan masih akan mendukung Gerindra.

Dengan tegas Andre menandaskan, ia menghormati hak dan usaha politik TGB. Namun, baginya, Gerindra tetap fokus bagaimana mendukung pencalonan Ketua Umum Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

“Ya kita meyakini para ulama, kiai akan mendukung calon yang selama ini berpihak pada ulama, bukan selama ini terkesan manjauhi ulama dan dalam tanda kutip mengkriminalisasi ulama. Kan ulama juga tahu mana yang selama ini dekat karena tulus berhubungan, dan mana yang dekat karena pemilu, karena ini tahun pemilu,” bebernya kemudian.

PKS Berharap Klarifikasi

Sementara itu, PKS  berharap klarifikasi TGB atas pernyataannya yang mendukung Presiden Jokowi untuk dua periode. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid untuk menegaskan keseriusan sikap TGB terhadap Jokowi di pilpres.

“Pertama harus mendapat klarifikasi langsung dengan TGB. Karena tim sukses beliau mengatakan tidak benar seperti itu. Apakah memang dimaksud beliau adalah mendukung Pak Jokowi, atau beliau hanya mewacanakan itu wajar tapi beliau belum mendukung,” ujar Hidayat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (06/07/2018).

Menurut Hidayat klarifikasi tersebut penting agar tidak timbul salah paham atas dukungan tersebut. Sebab, TGB diketahui selama ini didukung maju untuk pilpres oleh pihak-pihak yang diketahui berseberangan oleh Jokowi.

“Itu bagian dari TGB untuk berikan klarifikasi tidak menghadirkan fitnah dan salah paham, beliau akan jadi capres. (beliau) sudah dimasukkan PA 212, harapan pihak 212. Kalau sekarang beliau dikesankan mendukung Pak Jokowi sebaiknya beliau klarifikasi dengan segala konsekuensinya kalau mendukung,” ujar Hidayat.

Menurutnya, jika dukungan itu benar sekalipun, ia tak khawatir dukungan TGB kepada Joko Widodo akam mempengaruhi suara dukungan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Hidayat mengatakan, dukungan suara sangat cair dan tidak mengguna tolak ukur TGB.

“Tentang suara itu masih sangat cair. Kita tau bahwa pemenang Pilgub NTB sekarang PKS dan Demokrat. Jadi kalau itu salah satu tolak ukurnya tidak terkait sikap politik TGB,” ujar Wakil Ketua MPR tersebut.

Sebelumnya, TGB menyampaikan, pernyataan tersebut dilandaskan berdasarkan sejumlah pertimbangan.

“Semata karena pertimbangan maslahat bangsa, umat, dan akal sehat agar pembangunan yang tengah berjalan di seluruh penjuru bisa dituntaskan dengan maksimal sesuai hajat masyarakat,” ujar TGB mengutip Republika.co.id, Kamis (05/07/2018).

TGB yang sudah dua periode menjabat sebagai Gubernur NTB sejak 2008 menilai, proses pembangunan membutuhkan waktu yang tidak singkat. “Pengalaman saya di NTB, tidak cukup satu periode untuk menuntaskan tugas-tugas besar membangun daerah, apalagi membangun Indonesia yang sangat luas dan kompleks ini,” ungkap TGB.

Pendapat Bamusi

Terpisah, dikutip dari laporan Tempo.co, Sekretaris Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Nasyirul Falah Amru menilai dukungan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang atau TGB Zainul Majdi kepada Joko Widodo untuk menjadi presiden dua periode, menegaskan dukungan kalangan ulama.

“TGB ini ulama, tokoh muslim, maka dukungan untuk Presiden Jokowi harus disambut baik umat Islam di Indonesia,” kata Nasyirul Falah Amru dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (05/07/2018).

Menurut pendapatnya, TGB pasti sudah menilai dari berbagai sisi sebelum menyatakan dukungan terhadap Presiden Jokowi, karena hal mendasar yang dinilai TGB adalah keberhasilan Presiden Jokowi mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

Penilaian Gus Falah, TGB melihat dan menilai Jokowi menggunakan batiniah seorang ulama, dari berbagai sisi, yakni sisi etos kerja, kepemimpinan, dan keislamannya.

“Cermin kemesraan para ulama bisa tercermin dari TGB, itu sebabnya dukungan TGB untuk Presiden Jokowi menggembirakan umat,” tukasnya.

Sebelumnya, Gubernur NTB, TGB Zainul Majdi menyatakan dukungan untuk Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan kepemimpinannya pada periode periode kedua sebagai Presiden RI.

Menurut TGB, keputusannya mendukung Jokowi itu setelah melalui pertimbangan yang berkaitan dengan kemaslahatan bangsa, umat dan akal sehat.

Dia menilai selama Jokowi memimpin, pencapaian kawasan ekonomi khusus Mandalika di NTB sudah berhasil dan apabila ada pergantian di level kepemimpinan nasional, maka akan terjadi kemandekan baik dari segi ekonomi maupun sosial di wilayah Mandalika dan juga NTB.