Presiden Jokowi Ditantang Kelompok Separatis Papua


SURATKABAR.ID Kelompok separatis bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menyatakan tantangan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka mengancam untuk terus melakukan serangan di Nduga, Papua.

TPNBP tercatat telah melakukan beberapa kali serangan yang memakan korban dari warga sipil dan juga aparat keamanan.

Baca Juga: Taufiqulhadi: Tokoh yang Setimpal dengan Erdogan adalah Jokowi

“Kami dengar Bapak Presiden Jokowi hendak mengirim militer dengan jumlah besar. Silakan kirim. Kami TPNPB Kodap III Ndugama tetap membeli jualan yang Bapak presiden kirim. Engkau menurunkan pasukan banyak kami juga punya pasukan silakan datang,” kata Komandan Operasi lapangan TPNPB/OPM KodapIII Ndugama, Egianus Kogeya, dalam pernyataan yang dilansir TPNPB, Kamis (5/7/2018), dikutip dari republika.co.id.

Sementara itu, presiden Jokowi diketahui belum mengeluarkan intruksi apapun perihal peningkatan kekerasan di Nduga, Papua.

Egianus mengatakan, sejauh ini pasukan TPNPB masih bersiaga di Kenyam, ibu kota Nduga. Meski demikian, posisi mereka sudah bergeser ke pinggiran karena pasukan TNI-Polri dalam jumlah besar ada di pusat kota.

Ia juga mengklaim jika pihaknya adalah yang bertanggung jawab atas sejumlah serangan yang meletus semenjak 22 Juni lalu.

Sebelum pilkada kelompok bersenjata itu melakukan penembakan terhadap pesawat Trigana Air di Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, pada 25 Juni 2018. Pesawat tersebut mengangkut logistik pilkada dan 15 personel Brimob Polri.

Penembakan terjadi ketika pesawat tengah menuju lokasi parkir (taxi out) dari landasan. Dalam peristiwa itu, pilot Kapten Ahmad Abdillah Kamil tertembak di bagian punggung.

“Korbannya pilot pesawat. Sudah mendapat penanganan medis. Diperkirakan pesawat dihujani tembakan dari arah kiri pesawat karena korban luka tembak merupakan pilot yang duduk di sebelah kiri pesawat,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes A.M. Kamal, Senin (25/6/2018), dikutip dari cnnindonesia.com.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaTaufiqulhadi: Tokoh yang Setimpal dengan Erdogan adalah Jokowi
Berita berikutnyaSandiaga Uno Usulkan Pengungsi Timur Tengah Jadi Guru Bahasa