Hati-Hati dengan Syahrini! Baru Terungkap, Diam-Diam 2 Haters-nya Masuk Penjara karena Ini


SURATKABAR.ID – Menjadi selebritas sepertinya tak melulu berlimpah hal menyenangkan. Sebagai konsekuensinya, ada banyak haters juga yang bisa jadi tidak menyukai sosok public figure tersebut. Salah satu contohnya adalah penyanyi Syahrini. Sudah bukan rahasia umum jika akun media sosialnya kerap dibanjiri komentar para netizen, contohnya di Instagram.

Komentar-komentar tersebut tak lain berasal dari para fans dan juga pembencinya. Syahrini mengatakan bahwa adik sekaligus manajernya, Aisyahrani, selalu mengumpulkan komentar-komentar tersebut. Demikian sebagaimana dilansir dari laman Grid.ID, Kamis (05/07/2108).

Dari netizen yang berkomentar tak menyenangkan, Syahrini bahkan mengaku pernah memenjarakan dua haters-nya. Pelantun lagu Jangan Memilih Aku ini sengaja tidak mempublikasikannya lantaran merasa kasihan terhadap haters-nya.

“Nggak tahu saja mereka. Ini ada dua orang yang sudah masuk penjara karena berkomentar, tapi aku nggak mau publikasikan, kasihan,” tutur Syahrini saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (04/07/2018). Demikian mengutip laporan Bangka.TribunNews.com.

Alasannya tak mempublikasi ke media, lantaran Syahrini melihat latar belakang haters-nya.

Baca juga: Menohok! Begini Kata Mulan Jameela yang Selalu Dibandingkan Dengan Maia

“Karena ternyata orang susah, di daerah yang bener-bener pedalaman. Dia tidak ada kerjaan. Hanya mungkin hidupnya barangkali hanya untuk komentari hal-hal buruk,” tambah Syahrani menjelaskan.

Dimasukkan ke penjara, dua haters tersebut tentunya menyesal. Mereka pun mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada Syahrini. Bahkan masalahnya cepat segera diselesaikan, sehingga para haters-nya pun telah bebas dipenjara.

Kendati begitu, pemain film Bodyguard Ugal-ugalan itu mengimbau agar masyarakat agar lebih berhati-hati dalam berkomentar.

Pasalnya, Syahrini dan timnya tak akan segan pada setiap netizen yang berkomentar kasar, mereka akan langsung berurusan dengan ranah hukum.

“Nah ini sebagai contoh. Jadi jangan sampai Rani (manajer sekaligus adik Syahrini) capture. Nanti Anda masuk penjara. Aku melihat komen yang di-page depan misal terlalu kasar sekarang sudah ada undang-undangnya. Semua dikliping tuh sama Rani, di-capture diproses,” pungkas Syahrini.

Diserahkan kepada Hotman Paris

Rani pun membenarkan pernyataan kakaknya itu. Setelah mengumpulkan bukti, Rani langsung menyerahkannya kepada kuasa hukum mereka, Hotman Paris Hutapea untuk ditindaklanjuti.

“Selalu aku baca satu-satu, kalau misal terlalu kurang ajar, aku capture aku kumpulin langsung kuserahkan ke Bang Hotman. Karena kerjaanku masih banyak, jadi aku kliping aja, aku cari datanya, nanti diurus,” jelas Rani.

Ungkap Beberapa Artis Pakai Jargonnya untuk Lagu

Terlepas dari itu, Syahrini juga menyindir penyanyi dangdut Siti Badriah yang membuat single lagu dari jargon milik Syahrini yakni ‘Syantik’. Jargon “manja syantik” juga menurut Syahrini adalah jargon yang sangat terpopuler.

“Lagu Syantik. Itu katanya bukan dari Syahrini, apa susahnya sih (ngakuin),” kata Syahrini saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (04/07/2018).

Syahrini pun menyayangkan jika beberapa artis yang tak mengakui jargonnya itu. Namun, pelantun lagu Sesuatu ini tak ingin menjadikannya masalah, ia mengaku merasa santai.

“Nggak ada. Nggak masalah, juga bukan urusan kita. Jengkel juga nggak. Cuma pengen ketawa jadinya, lucu saja,” ujar Syahrini.

“Ada Rina Nose buat lagu ‘Maju Mundur Maju Mundur’ kalau nggak dari Syahrini dari mana? Saya nggak emosi, tapi apa sih susahnya ngakuin. Terus kayak Ivan Gunawan aja ‘Mandja’ (brand hijabnya), nggak ada masalah, berkah,” timpal Rani selaku manajer.

Sebagai manajer Aisyahrani atau Rani meminta supaya para artis bisa mengakui bahwa jargon tersebut milik Syahrini.

“Maksudnya kenapa sih nggak mau mengakui keberadaannya dia (Syahrini) di dunia ini. Mandja dipakai sama Mandja Hijab, berkah. Maksudnya kenapa sih nggak mau mengakui keberadaannya dia gitu, padahal kan kita sama-sama seniman,” imbuh Rani lagi.

Meski begitu, Syahrini dan pihak manajernya itu tak bisa mengklaim jargon tersebut. Hal ini dikarenakan jargon yang digunakan itu merupakan kata sehari-hari yang kerap dipakai banyak orang.