Diduga Beda Pilihan Pilkada, Lurah Ini Bentak dan Ancam Laporkan Warganya ke Polisi, Videonya Viral!


SURATKABAR.ID – Muhammad Yusuf yang merupakan Lurah Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sulawesi Selatan, mengancam akan melaporkan warganya ke polisi atas videonya yang viral. Dalam video tersebut, tampak Lurah Empoang Selatan yang diambil pada Senin (02/07/2018).

Video tersebut diketahui memuat gambara dua warga yang hendak mengurus perizinan usaha. Namun, saat hendak menandatangani berkas, lurah itu menanyakan pilihan politik pada Pilkada Serentak 2018. Setelah itu, sang lurah menelepon seseorang dan menanyakan identitas dan pilihan politik warga yang mengurus perizinan usaha.

“Tahu tidak atas nama Ardiansyah dia pilih nomor berapa kemarin,” ujar lurah itu saat menelepon. Setelah mendapatkan jawaban, sang lurah enggan menandatangani surat keterangan usaha (SKU) tersebut hingga akhirnya video tersebut menjadi viral di media sosial. Sang lurah, Yusuf, membantah dirinya enggan menandatangi SKU lantaran berbeda pihan politik. Demikian sebagaimana dikutip dari laporan Kompas.com, Kamis (05/07/2018).

“Soal ditelepon itu yang saya tanyakan cuma nomor bukan paslon (pasangan calon),” ungkapnya, Selasa (03/07/2018).

Menurut penilaiannya, video tersebut tidak sesuai fakta. Itulah sebabnya, ia meminta warga yang merekan video itu datang meminta maaf. Sebab, jika tidak, ia akan melaporkan warganya ke pihak berwenang.

Baca juga: Tak Disangka! Peretas Situs Bawaslu Ternyata Putus Sekolah dan Bantu Pamannya Jualan Bubur

“Saya masih membuka pintu agar dia datang minta maaf. Kalau tidak, saya akan laporkan ke kantor polisi,” tandas Yusuf saat dimintai keterangan di salah satu warung kopi di Kabupaten Jeneponto.

Saat ini, dikabarkan video tersebut telah beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, tampak Lurah Empoang Selatan tengah membentak-bentak seorang wanita karena berbeda pilihan dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Selain membentak-bentak wanita tersebut, sang lurah enggan menandatangani surat izin usaha yang disodorkan. Tindakan itu direkam oleh wanita yang bersangkutan.

“Saya tidak mau tanda tangan. Kalau saya tidak mau tanda tangan, kau mau apa?” bentak lurah dalam video yang viral tersebut.

Wanita yang sedang mengurus izin usaha itupun menanyakan alasan lurah menolak tanda tangan.

“Kalau boleh tahu apa alasannya Pak,” tanya wanita dalam video itu.

“Tidak ada alasan. Saya tidak mau tanda tangan. Ini hak saya. Kenapa ko paksa saya?” jawab Lurah.

“Saya tidak paksa, tapi ini kan hak saya,” timpal wanita tersebut.

“Hak saya juga kalau tidak mau tanda tangan,” tegas sang lurah.

Tidak mendapat tanda tangan dalam pengurusan izin usaha, wanita tersebut kemudian meminta berkasnya dan meninggalkan ruangan Lurah Empoang Selatan.

Tak Sepatutnya Arogan

Terpisah, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Devo Khaddafi yang dikonfirmasi pada Selasa (03/07/2018) menegaskan, sebagai seorang ASN dan pejabat, lurah tidak sepatutnya bertindak arogan kepada masyarakat.

ASN, sambung dia, harus bersikap netral dan tak berpihak kepada salah satu calon kandidat.

Devo menegaskan, Pemprov Sulsel telah melihat video yang kini viral di media sosial dan menuai kecaman netizen tersebut. Pemprov Sulsel pun menunggu sikap tegas atasan lurah tersebut yakni camat dan Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Jeneponto.

“Kita mengawasi dan menunggu sikap tegas Pemkab Jeneponto. Jika tidak ada, barulah Pemprov Sulsel turun tangan,” tandasnya.

“Seperti kasus petugas Satpol PP di Kabupaten Bantaeng yang menyeret sapi menggunakan mobil, Pemprov Sulsel mengeluarkan surat perintah kepada bupati untuk menindak anggota Satpol PP tersebut,” imbuhnya.

Devo menegaskan, kasus lurah di Jeneponto membentak warga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulsel. Ini dikarenakan video tersebut viral di media sosial dalam skala nasional.

“Ini sudah viral secara nasional di Indonesia. Jelas ini menjadi perhatian masyarakat dan harus diselesaikan,” tukasnya.

Hingga berita ini dimuat, pantauan tim wartawan Suratkabar.id, kini video yang disebutkan telah beredar luas di platform YouTube.