Terlalu! Sudah Beristri 2, Pria Paruh Baya Ini Masih Nekat Nikahi Anak Gadis Umur 11 Tahun


SURATKABAR.ID – Seorang pria paruh baya bernama Che Mohd Karim (41) nekat menikahi anak gadis usia 11 tahun. Selama ini, memang kejadian pria dewasa menikahi anak perempuan dibawah umur bukan hanya terjadi di Indonesia saja. Hal ini juga terjadi di negeri Jiran Malaysia. Melansir laporan  channelnewsasia.com, Rabu (04/07/2018), Che Mohd Karim (41) nekat menikahi gadis usia 11 tahun.

Akibat tindakannya ia diancam oleh undang-undang perlindungan anak Malaysia. Mohd Karim yang berasal dari Gua Musang mengaku dirinya siap jika menghadapi tuntutan hukum perihal pernikahannya dengan anak dibawah umur, demikian dilansir dari laporan Grid.ID.

Ia juga siap memberikan kerja sama penuh dengan pihak berwenang apabila nantinya dipanggil untuk pemeriksaan. Mohd Karim beralasan pernikahannya dengan bocah usia 11 tahun itu sudah disetujui oleh ayah dari sang anak.

“Saya tidak merasa bersalah karena kami menikah dengan restu dari ayahnya,” ujarnya, Selasa (03/07/2018).

Tapi Mohd Karim menyatakan dirinya tidak akan menceraikan istri terlalu mudanya itu. Ia siap menunggu selama lima tahun dan ketika istrinya sudah berumur 16 tahun maka mereka akan tinggal seatap.

Baca juga: Meski Cinta Ditolak 80.000 Kali, Pria Ini Tak Putus Asa Berburu Calon Istri

Sementara itu Wakil Perdana Menteri Malaysia sekaligus Menteri Perempuan, Keluarga dan Pengembangan Komunitas, Dr Wan Azizah Wan Ismail mengatakan bahwa pemerintah memandang pasangan beda generasi itu belum menikah.

Hal ini dikarenakan keduanya belum mempunyai bukti atas syarat-syarat sahnya sebuah pernikahan.

Poligami di Bawah UU Hukum Keluarga Islam

 

Adapun Kepala Kejaksaan Agung Kelantan, Zaini Sulaiman juga menyebutkan, Moh Karim yang berprofesi sebagai pedagang karet itu dapat dituntut dengan poligami di bawah Undang-Undang Hukum Keluarga Islam 2002 karena menikahi gadis di bawah umur tanpa persetujuan dari pengadilan dan izin dari dua istrinya lainnya.

Kecaman terhadap Mohd Karim masih belum cukup dari kedua petinggi negara Malaysia tersebut.

Ketua Dewan agama Islam Narathiwat, Safei Cheklah menuturkan pernikahan keduanya dilakukan tanpa izin dari dewan (KUA).

Shafei juga menambahkan pernikahan itu tidak salah dalam hukum Syariah, tapi pelanggaran hukum sipil Malaysia.

Sedangkan, meskipun mereka tidak tinggal bersama, Mohd Karim berjanji untuk menjaga istri ketiganya serta dua istri lainnya dan enam anak.

“Meskipun istri ketiga saya saat ini tinggal bersama orang tuanya, saya akan menanggung biaya termasuk memberikan pendidikan agama,” pungkasnya.