Misterius! Lebih Sadis dari Kopi Jessica, Ini Kasus Mengerikan yang Masih Terselubung Hingga Sekarang


SURATKABAR.ID – Masih ingat kasus ‘Kopi Jessica’ yang terjadi pada 6 Januari 2016? Setelah melalui persidangan yang begitu panjang dan sudah lebih dari dua tahun berlalu, kasus tersebut masih tetap saja meninggalkan tanda tanya besar bagi kebanyakan orang di Tanah Air.

Wayan Mirna Salihin, seperti yang diketahui, meninggal dunia usai meneguk secangkir kopi Vietnam di Café Olivier, Grand Indonesia. Ketika itu ia berkumpul bersama dua orang sahabat yang dikenalnya selama mengenyam bangku pendidikan di Australia.

Namun nahas, reuni kecil yang seharusnya menjadi ajang temu pelepas rindu antar sahabat tersebut harus menjelma menjadi malapetaka besar tepat saat Mirna baru saja menyesap minuman berkafeinnya. Tubuh gadis tersebut langsung tumbang dan nyawanya tak lagi dapat diselamatkan.

Dilansir dari laman Grid.ID, pada Senin (2/7/2018), Jessica Kumala Wongso, teman Mirna, terbukti bersalah telah mencabut nyawa Mirna dengan cara memasukkan racun sianida ke dalam es kopi yang dipesan wanita berusia 27 tahun tersebut.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, seperti dikutip Grid.ID dari Tribunnews.com pada 7 maret 2017, mengeluarkan putusan bernomor 393/PID/2016/PT.DKI Tahun 2017, vonis pidana kurungan penjara selama 20 tahun kepada Jesisca pun dijatuhkan.

Baca Juga: Hampir Dua Tahun Berlalu, Sekarang Begini Nasib Pria Pengantar Kopi di Kasus Jessica

Rupanya kasus Kopi SIanida yang sampai merenggut nyawa Mirna yang baru saja melangsungkan pernikahan sekitar sebulan sebelumnya dengan pria bernama Arief Sumarko bukan satu-satunya kasus misterius. Ada sejumlah kasus mengerikan lain yang hingga kini masih belum terselesaikan.

Kasus serupa, dulu pernah menguras perhatian publik. Insiden tersebut adalah aksi percobaan pembunuhanpada seorang mahasiswi bernama Zhu Ling yang terjadi pada 1994/1995 di Departemen Kimia Universitas Tsinghua, Beijing, salah satu universitas paling populer di China saat itu.

PercobaanPembunuhan Mahasiswi Berbakat

Zhu Ling sendiri merupakan mahasiswi berbakat di Tsinghua sejak 1992. Namun akhir 1994, ia mulai mengalami gangguan kesehatan aneh. Seperti sakit perut, hingga kerontokan rambut parah. Meski sempat membaik usai dirawat inap, namun pada Maret 1995, kesehatannya semakin buruk.

Perhatian seluruh dunia terpusat pada kasus ini, terutama ketika satu teman Zhu di Universitas Peking melalui media komunitas online dari platform diskusi ‘Usenet’, meminta bantuan untuk mendiagnosis gangguan kesehatan yang dialami Zhu.

Bahkan sekitar 1.500 dokter di seluruh dunia sampai ikut terjun membantu memecahkan kasus. Dan dengan bantuan komunitas media online, Zhu akhirnya didiagnosis sakit yang diakibatkan bahan kimia thalium. Bahan ini disebut-sebut sangat beracun.

Nyawanya berhasil diselamatkan berkat obat penawar, Prussian Blue. Namun malang, Zhu harus hidup dalam kondisi tubuh lumpuh sebagian, buta, dan bahkan tak sanggup bernapas sendiri. Hingga akhirnya mental Zhu berubah menjadi mental seorang bicah 6 tahun.

Sun Wei, salah satu teman sekamar Zhu ditetapkan sebagai tersangka utama dalam kasus mengerikan ini. Sun sendiri merupakan salah seorang sarjana yang memiliki akses resmi ke thalium untuk digunakan dalam eksperimennya.

Tetapi setelah melalui proses penyelidikan polisi, entah bagaimana, Sun akhirnya dibebaskan tanpa pernah dijatuhi tuntutan apapun. Menurut dugaan, kasus ditutup karena koneksi politik keluarga Sun. Sun saat ini hidup dengan bebas di Amerika.

Pada tahun 2015, teman sekamar Zhu sempat dihukum dan dieksekusi karena kejahatannya tersebut, tetapi lagi-lagi hukum tak berlaku sebagaimana semestinya. Kasus Zhu Ling tetap terselubung dalam kelambu hitam dan dibiarkan meninggalkan teka-teki hingga sekarang.