Reza Bukan Ditangkap Polisi karena Sabu, Seminggu Sebelumnya Ternyata…

SURATKABAR.IDSatuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat membekuk presenter Reza Bukan terkait dengan penggunaan sabu.

Reza Bukan ditangkap di rumahnya, Perumahan Casa Jardin, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, pada Sabtu (30/6/2018) dini hari.

Kepala Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Fendriz menuturkan, penangkapan dilakukan pada Deron Eka alias Reza bukan usai ia pulang dari salah satu stasiun televisi.

“Di gudangnya ditemukan barang bukti narkoba, ada tiga paket dengan total nettonya 0,19 gram yang mana posisi yang bersangkutan yaitu sebagai pengguna narkoba,” kata Erick saat menyampaikan keterangan pers, dikutip Republika, Minggu (1/7/2018).

Barang bukti yang diamankan itu terdiri dari tiga paket narkoba beserta alat-alatnya, seperti bong, sedotan, dan korek.

Baca juga: Tak Disangka! Dokter Saksi Ungkap Alasan Jennifer Dunn Konsumsi Narkoba

Polisi pun melakukan berita acara pemeriksaan terhadap Reza Bukan. Dari hasil BAP, Reza menyatakan bahwa sudah menggunakan narkoba sejak tahun 2014.

“Yang bersangkutan menyampaikan di BAP bahwa sejak tahun 2014 sudah menggunakan narkoba jenis sabu untuk menghilangan stres dan untuk membantu semangat dalam bekerja,” kata Erick menerangkan.

Erick menjelaskan, Reza mendapat barang tersebut dari orang lain berinisial PC. Hingga saat ini, PC sendiri masih dalam pencarian polisi.

Penangkapan atas presenter televisi bertubuh besar itu dilakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat.

Polisi menyelidiki informasi tersebut. Kemudian setelah melihat adanya bukti permulaan, polisi segera melakukan penggerebekan atau upaya paksa.

“Sudah kami ikuti kurang lebih selama seminggu,” ucap Erick.

Reza enggan mengucapkan sepatah katapun saat informasi penangkapannya dirilis di Polres Metro Jakarta Barat. Ia hanya menggeleng dan mengacungkan dua jempol pada para pewarta.

Sejauh ini, kata Erick, belum ada keterlibatan dari orang terdekat maupun rekan dan manajer Reza Bukan.

Atas perbuatannya, Reza dijerat Pasal 112 UU Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.