Seorang Wartawan Tewas Ditembak Tepat Sehari Jelang Pilpres, Fakta Mengerikan Terkuak!


SURATKABAR.ID – Suasana menjelang pemilihan presiden memang kerap kali mencekam. Terlebih bagi para awak media yang tak jarang mendapatkan ancaman, bahkan hingga mengancam nyawa mereka. seperti yang terjadi di Meksiko hanya berselang satu hari sebelum pemilihan presiden (pilpres) digelar.

Seorang wartawan bernama Jose Guadalupe Chan Dzib, seperti yang diwartakan CNNIndonesia.com pada Minggu (1/7/2018), harus kehilangan nyawanya usai menerima tembakan pada Jumat (29/6) sekitar pukul 22.00 malam waktu setempat.

Negara Meksiko akan melaksanakan pilpres pada hari ini, Minggu (1/7). Dan demi menyambut pesta demokrasi, pemerintah negara sudah memberikan jaminan komitmen terhadap keamanan dan juga ketertiban untuk mewujudkan pemilu yang damai.

Pemerintah Meksiko tak tinggal diam mengetahui kasus kasus kematian Jose Guadalupe. Dan seperti yang dikutip CNNIndonesia.com dari Reuters, pihak pemerintah mengeluarkan pernyataan tegas, “Kami mengutuk insiden ini dan meminta kepada kantor kejaksaan agung untuk menginvestigasi ini.”

Meksiko sendiri termasuk salah satu negara dengan tingkat bahaya paling tinggi bagi profesi wartawan. Sudah lebih dari 100 peliput, seperti data dari AFP, yang kehilangan nyawanya di Meksiko sejak awal 2000-an. Dan mirisnya, sebanyak 90 persen kasus tak kunjung terselesaikan.

Baca Juga: Sadis! Tiga Mahasiswa Sengaja ‘Direbus’ dalam Cairan Asam, Kronologinya Bikin Muntab

Insiden yang menimpa Jose Guadalupe ini mengingatkan betapa kejamnya dunia politik bagi para peliput berita di Meksiko. Pasalnya, di tahun politik rakyat Meksiko ini saja, tercatat sudah ada enam wartawan yang tewasterbunuh.

Pertama, Carlos Dominguez (72), wartawan surat kabar sekaligus kolumnis politik. Carlos tewas usai diserang ketika berkendara bersama anak, menantu, dan dua cucunya melintasi negara bagian Tamaulipas pada 13 Januari 2018 lalu.

Lalu ada Pamela Montenegro (36). Nyawanya dicabut karena tembakan seorang pria ketika tengah berada di dalam restoran miliknya yang terletak di negara bagian Guerrero pada 5 Februari 2018. Meski bukan wartawan professional, Pamela dikenal sebagai seorang vlogger dengan karakter satire.

Selanjutnya Leobardo Vazquez (42) yang tewas dibunuhdi luar rumahnya sendiri di negara bagian Veracruz pada 21 maret 2018. Hanya sesaat sebelumpembunuhan, Leobarno baru saja mengajukan pengunduran dirinya dari surat kabar tempatnya mengabdikan diri.

Keempat, Juan Carlos Huerta (45), wartawan radio dan televisi. Ia tewas usai ditembak pada 15 Mei 2018. Peristiwa tersebut hanya beberapa detik usai ia meninggalkan kediamannya yang terletak di negara bagian Tabasco.

Hector Gonzalez (40). Koresponden untuk televisi dan stasiun radio lokal ini ditemukan tak bernyawa di sebuah jalanan tanah dengan luka pukulan memenuhi tubuhnya. Hector diketahui bekarier di bidang peliputan politik dan isu umum.

Yang paling terkini, Jose Guadalupe. Ia bekerja untuk mingguan Playa News. Sebelum kejadian, ia sempat bercerita kepada satu rekannya di Playa News atas ancaman yang diterimanya. Mendengar hal tersebut, ia meminta perlindungan pihak keamanan, namun sayang tak medapat respons serius.

Quintana Roo, tempatterbunuhnya Jose Guadalupe, merupakan negara bagian yang dikenal sebagai salah satu negara bagian paling aman di Meksiko dan sering menjadi destinasi wisata, ditambah dengan resor yang menawarkan pemandangan perairan Karibia yang begitu khas.