Tegas! Unggul Pilgub Jabar, Ridwan Kamil Nyatakan Belum Siap Sesumbar Dukungan Capres


    SURATKABAR.ID – Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut satu, Ridwan Kamil dengan tegas menyatakan belum siap untuk menyampaikan dukungan untuk calon presiden (capres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

    Ridwan Kamil, seperti yang dilansir dari laman CNNIndonesia.com pada Jumat (29/6/2018), mengaku akan menyiapkan agenda khusus untuk mengumumkan siapa yang akan didukungnya dalam pertarungan tahun depan. Namun ia menegaskan bukan sekarang waktunya.

    “Itu (dukungan untuk Pilpres) akan ada agenda sendiri. Saya akan lakukan preskon khusus, pastinya. Enggak lama lagi, lah,” ujar pria yang lebih akrab dipanggil dengan sapaan Kang Emil tersebut ketika ditemui di kawasan Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/6), seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

    Dan untuk saat ini, Kang Emil mengaku belum siap untuk menyebutkan siapa nama yang nantinya akan ia berikan suara. Pasalnya, hingga detik ini masih belum ada sosok capres yang ditetapkan akan resmi maju dalam Pilpres 2019 mendatang. “Nanti, nanti semuanya kalau sudah resmi,” ujarnya tegas.

    Baca Juga: Ridwan Kamil Tak Khawatir Meski Kemenangannya Terancam

    Sebagai informasi, berdasarkan perhitungan cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei, pasangan Emil-Uu ditetapkan sebagai pemenang dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat dengan raihan angka suara lebih dari 30 persen.

    Kandidat yang diusung Nasdem, PPP, Hanura, dan PKB tersebut sukses melesat meninggalkan tiga pasangan kandidat lainnya dalam Pilgub Jabar 2018. Menurut Indo Barometer, pasangan nomor urut satu mengantongi 32,33 persen. Sedangkan versi LSI Denny JA, dengan 32,89 persen suara.

    Pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018, Kang Emil mengaku sembari menunggu hasil real count dari KPU yang menurut jadwal baru akan diumumkan pada 9 Juli mendatang, dirinya kini disibukkan dengan aktivitas normal seperti biasa memimpin Kota Bandung sebagai Wali Kota.

    “Saya Walkot Bandung, jadi sekarang ya, menyibukkan diri dengan urusan Walkot Bandung saja,” ungkap pria yang kemudian mengaku tetap terus melakukan pemantauan terhadap penghitungan suara, baik dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga tingkat provinsi. “Tetap memonitor, menitipkan ke tim gabungan untuk jaga penghitungan manual,” pungkasnya.