Tak Hanya Indonesia, 7 Negara Ini Ternyata Juga Punya Tradisi Mudik

SURATKABAR.IDJika selama ini kita mengira tradisi mudik hanya terjadi di Indonesia, faktanya hal tersebut salah. Ada 7 negara lain yang juga memiliki tradisi serupa.

Di Malaysia, tradisi mudik lebih dikenal dengan sebutan balik kampong. Penduduk Malaysia yang melakukan mudik adalah mereka yang merantau ke kota-kota besar untuk bersekolah atau bekerja.

Warga Malaysia yang beragama Islam akan melakukan tradisi ini sebanyak dua kali dalam satu tahun. Pada saat Imlek dan Idul Fitri.

Tradisi mudik rupanya juga dilakukan oleh warga Arab Saudi. Mereka juga mudik sebanyak dua kali, yakni saat Idul Fitri dan Idul Adha.

Warga Arab Saudi juga beres-beres rumah menjelang Lebaran. Selama Lebaran pun mereka menggelar banyak pertunjukan seni dan berbagai festival.

Baca juga: Nahas, Diduga Mengantuk Pemudik Tabrak Dua Penderek di Tol Cipali hingga Tewas. Ternyata Keluarga Artis

Sementara itu di Mesir juga ada tradisi mudik. Masyarakat Mesir akan pulang ke kampung halaman pada hari kedua setelah Lebaran bersama keluarga. Mereka juga akan berkumpul di tepi sungai Nil dengan mengenakan pakaian baru.

Kalau masyarakat Muslim di Bangladesh punya tradisi mudik yang sama dengan Indonesia. Dari sekian banyak moda transportasi di Bangladesh, kereta api menjadi transportasi favorit para pemudik.

Hal ini untuk menghindari perjalanan darat karena jalanannya yang rusak parah dan bergelombang, serta menghindari kemacetan di jalan raya.

Bahkan masyarakat Muslim di India yang bisa dibilang minoritas tidak menyulutkan semangat untuk pulang kampung.

Namun tak hanya dilakukan oleh penduduk Muslim, penduduk non-Muslim di India juga melakukan tradisi mudik setiap bulan Oktober atau November untuk merayakan Festival of Lights atau Diwali.

Berbeda dengan masyarakat Turki, tradisi mudiknya dikenal dengan nama Baryam. Momen tersebut diisi dengan berkumpul dengan sanak keluarga dan saling bermaaf-maafan. Tradisi ini juga dilanjutkan dengan berziarah dan tabur bunga ke makam keluarga.

Mudik juga dilakukan oleh warga Korea terutama di waktu Chuseok, yaitu pada hari libur resmi yang dirayakan besar-besaran pada bulan ke-8 hari ke-15 penanggalan Bulan.

Hari Chuseok disebut juga hari panen, festival bulan musim panen, atau Hangawi (hari besar di musim gugur).

Chuseok menjadi kesempatan masyarakat Korea untuk mengucapkan syukur kepada leluhur, melakukan ritual seperti Charye dan Seongmyo dengan menghabiskan makan dan minum bersama keluarga besar, teman dan kerabat.