Inilah Kritikan Fadli Zon Soal Staquf yang Sukses Bikin Kader Gerindra Mengkeret


SURATKABAR.ID – Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon memberikan kritikan pedas sebagai tanggapannya terhadap kunjungan Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf yang melakukan kunjungan ke Israel.

Dilansir dari laman Detik.com, melalui akun media sosial Twitter @fadlizon, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ini mengungkapkan bahwa kunjungan yang dilakukan Staquf ke Israel itu merupakan hal yang sangat memalukan bagi seluruh bangsa Indonesia.

Menurut Fadli, tindakan yang dilakukan Staquf sama sekali tidak memperhatikan konflik yang sedang terjadi antara rakyat Palestina atas serangan Israel. Dalam postingan pada Selasa (12/6) malam itu, ia juga mencantumkan hashtag 2019Ganti Presiden.

Cuma ngomong begitu doang ke Israel. Ini memalukan bangsa Indonesia. Tak ada sensitivitas pd perjuangan Palestina. #2019GantiPresiden,” demikian bunyi cuitan Fadli Zon pada Selasa (12/6), pukul 01.12 WIB, dikutip dari Detik.com, Rabu (13/6/2018).

Baca Juga: Kecewa dengan Fadli Zon, Aktivis NU Ini Mundur dari Gerindra dan Beberkan Hal Mengejutkan

Cuitan nyelekit tersebut langsung dibanjiri tanggapan para pengguna Twitter lain. Setidaknya ada lebih dari 1.000 pengguna Twitter yang me-retweet kritikan tersebut. Dan ada lebih dari 2.700 netizen yang meninggalkan jejak berupa like pada cuitan tersebut hingga hari ini, Rabu (13/6) pukul 10.30 WIB.

Tweet Fadli Zon ini rupanya kemudian menjadi alasan salah satu kader partai politik yang didirikan sekaligus diketuai Letnan Jenderal TNI Prabowo Subianto, Mohammad Nuruzzaman memutuskan mundur dari Gerindra.

Aktivis NU yang mengaku tumbuh dalam latar belakang santri ini merasa penghinaan Fadli Zon terkait kunjungan Katib Yahya ke Israel sudah sangat keterlaluan. Ia kemudian mengeluarkan amarah melalui sepucuk surat.

Kemarahan saya memuncak karena hinaan saudara Fadli Zon kepada kiai saya, KH Yahya Cholil Staquf, terkait acara di Israel yang diramaikan dan dibelokkan menjadi hal politis terkait isu ganti Presiden,” demikian bunyi penggalan surat Nuruzzaman.

Menanggapi cuitan Fadli Zon, anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade mengungkapkan bahwa Wakil Ketua DPR RI bidang politik, hukum, dan keamanan tersebut tidak bermaksud menghina Yahya. menurutnya, Fadli hanya menjalankan tugasnya saja.

“Dia menuduh Bang Fadli menghina kiai, itu tidak benar. Bang Fadli melaksanakan tugas beliau sebagai Wakil Ketua DPR RI bidang politik, hukum, dan keamanan. Bang Fadli memprotes seorang pejabat negara namanya Pak Yahya Staquf yang datang ke Israel, yang membuat kebijakan beliau yang berbeda dengan kebijakan negara kita yang mendukung kemerdekaan Palestina,” tutur Andre panjang lebar.