Duh! Sering Ditanya “Kapan Nikah?” Saat Lebaran Bisa Picu Masalah Mental Ini


SURATKABAR.ID – Tak terasa Ramadan tahun ini akan segera berakhir dan digantikan dengan momen Lebaran yang tak kalah menyenangkan.

Biasanya, saat Lebaran sebagian besar orang memilih untuk merayakan dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Alhasil, pertanyaan-pertanyaan basa-basi pun terselip diantara obrolan.

Salah satu yang paling sering ditanyakan adalah “Kapan Nikah?”. Biasanya, yang ditanya begini adalah mereka yang telah berstatus mahasiswa maupun telah bekerja.

Meski pertanyaan ini seringkali bermaksud basa-basi untuk membuat sebuah obrolan karena jarang bertemu, namun efeknya bagi kondisi mental cukup besar.

Psikolog Unit Layanan Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Laelatus Syifa, M.Psi, menuturkan bahwa efek yang ditimbulkan bisa berbeda bagi tiap individu.

Baca juga: Ada-Ada Saja! Curhatan Para Pemotor yang Hendak Mudik Ini Bikin Ngakak

“Bisa jadi awalnya pertanyaan ini sebenarnya basa-basi, cenderung tidak terlalu serius, cuma ternyata menimbulkan efek. Efeknya ini berbeda-beda untuk setiap orang,” katanya, Selasa (12/6/2018), dikutip dari tribunnews.com.

Laela melanjutkan, efeknya bisa positif maupun negatif, tergantung pada dua faktor, internal dan eksternal.

Faktor internal dipengaruhi kehidupan orang tersebut, mulai dari hubungan cinta, kepercayaan diri, maupun cara berpikir. Sedangkan faktor eksternal dipengaruhi lingkungan sosial dan tekanan dari keluarga.

Kemudian, jika orang itu merasa bahwa pertanyaan tersebut menuntut dan membandingkan diri dengan orang lain, maka efek yang ditimbulkan akan negatif. Akibatnya, seseorang akan merasa stres, frustasi, bahkan menghindar secara sosial.

Sementara itu, jika seseorang lebih memilih cuek dan menanggapinya dengan tenang, maka akan mendapatkan pencerahan dari pertanyaan tersebut. Misalnya dengan menjawab, “Kamu mau mencarikan jodoh untuk saya?”.

Namun, efek negatif pertanyaan ini akan makin besar dampaknya jika seseorang telah dikejar usia. Terlebih jika usianya sudah matang dan punya harapan tinggi terhadap pernikahan, namun belum terealisasi.

Maka, pertanyaan “Kapan Nikah?” akan menjadi pertanyaan sensitif yang menimbulkan efek negatif.