Koruptor Samadikun Kembalikan Uang Rp 87 M Tunai, Jika Dijajar Sepanjang Monas-Tasik


SURATKABAR.ID – Masih ingatkah Anda pada Samadikun Hartono yang merupakan koruptor kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia)? Penangkapannya berlangsung dramatis pada 2016 silam. Ia ditangkap usai nonton F1 dan dikawal oleh Ketua BIN Sutiyoso. Usai meringkuk di penjara, ia akan mengembalikan uang segunung yang korupsinya. Adapun total uang yang dikorupsinya adalah Rp 169 miliar dan baru membayar sekitar Rp 81 miliar. Sisanya, ia akan bayar tunai siang ini langsung ke bank.

“Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta memulihkan keuangan negara dengan menyetorkan uang Rp 87 miliar dari pembayaran uang pengganti terpidana Samadikun Hartono (perkara korupsi BLBI),” kata Kasipenkum Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi seperti dikutip dari laporan Detik.com, Kamis (17/05/2018).

Saking banyaknya uang cash yang hendak dikembalikan, duit segunung itu akan langsung disetor ke Bank Mandiri di Gedung Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto. Uang itu akan dimasukkan ke rekening negara, sebagai pengembalian uang negara yang dikorupsi Samadikun.

“Rencananya siang ini,” imbuh Nirwan.

Samadikun mencicil pengembalian uang yang dikorupsinya. Terakhir, ia baru saja membayar uang pengganti Rp 1 miliar ke jaksa pada 20 Maret 2018. Pembayaran dilakukan di Kejari Jakpus dengan ditransfer.

Baca juga: Temu IMF-World Bank Disebut Hamburkan Uang, Luhut: Saya Tanggungjawab

Seperti diketahui, Samadikun buron selama 13 tahun. Penangkapan Samadikun penuh dengan drama dan membutuhkan koordinasi G to G (Government to Goverment). Pasalnya karena ia ditangkap usai nonton F1 di China. Ia ditangkap otoritas China atas koordinasi dengan pemerintah RI. Pada 21 April 2016, Samadikun kemudian dideportasi ke Indonesia.

Mantan Komisaris Utama PT Bank Modern ini terbukti korupsi dana talangan BLBI dan dihukum 4 tahun penjara. Selain menjatuhkan hukuman badan, MA juga menjatuhkan hukuman agar Samadikun mengembalikan uang yang dikorupsinya. Samadikun kabur sesaat setelah Mahkamah Agung (MA) memutuskan vonis itu.

Bila Dijejer Sepanjang Monas-Tasik

Rp 87 miliar tentu bukanlah uang sedikit. Apalagi jika mengingat uang itu akan dibayarkan dalam bentuk cash. Berapa banyak uang tunai tersebut?

Berikut perhitungan uang cash itu bila dibayarkan dalam pecahan uang kertas Rp 100 ribu:

1 lembar Rp 100 ribu = 15 cm

Rp 100 juta = 1.000 lembar = 15.000 cm

Rp 1 miliar = 10.000 lembar = 150.000 cm

Rp 87 miliar = 870.000 lembar = 13.050.000 cm

100 ribu cm = 1 Km

Alhasil, uang pecahan Rp 100 ribu yang disetorkan Samadikun bila dijajarkan deretannya akan menjadi sepanjang 130,5 km (1 Km = 100 ribu). Jarak itu bila diukur menggunakan Google Map, maka setara dengan jarak Monas di Jalan Medan Merdeka Jakarta hingga Kantor Pemkab Subang, Jawa Barat.

Bagaimana bila pecahannya Rp 50 ribu (uang kertas Rp 50 ribu panjangnya 14 cm)? Maka hasilnya dua kali lipatnya yakni sekitar 260 KM atau setara Monas-Tasikmalaya, Jabar. Wow! Bukan main.