Berbondong-Bondong jadi Muallaf, Pesatnya Pertumbuhan Islam di Penjara Amerika


SURATKABAR.IDNapi Amerika Serikat berbondong-bondong menjadi muallaf demi ketenangan dan perlindungan diri.

Diketahui, Islam adalah agama dengan pertumbuhan terpesat di Amerika Serikat. Pew Research pernah menelitinya di tahun 2007, 2011, dan 2017 dengan menggunakan data sensus pemerintah.

Hasilnya, populasi muslim bisa menjadi komunitas relijius terbesar kedua di Paman Sam dalam dua dekade ke depan.

Pertumbuhan yang pesat tak hanya terjadi di kalangan warga penikmat kebebasan, tetapi juga yang berada di balik jeruji besi. Banyak laporan yang mengonfirmasi tren ini dalam beberapa tahun, bahkan dekade belakangan.

Merujuk Bloomberg tahun lalu, misalnya, kini populasi napi muslim mencapai 18 dari total napi di AS. Dari seluruh proses pindah keyakinan yang dicatat otoritas penjara, 80 persennya pindah ke Islam.

Baca Juga: Tentang Wanita Bercadar, Menag: Kita Hargai dan Hormati Dia

The Australian pernah melaporkan bahwa sepanjang tahun 2001 hingga 2014 diestimasikan ada seperempat dari satu juta tahanan di AS yang masuk Islam. Jumlahnya berarti sekitar 250.000 orang.

Pesatnya Islam dalam kalangan napi membuat sebuah penjara di New York, memiliki berbagai program keagamaan khusus tahanan Muslim, termasuk memfasilitasi ibadah seperti shalat dan puasa. Hal ini juga yang membuat tahanan Muslim lainnya di seantero AS minta dipindahkan ke penjara ini.

Menurut imam penjara itu, Jon Young, sebanyak 80 persen dari napi Muslim di penjara itu adalah mualaf yang masuk Islam setelah mendekam di bui.

“Islam memiliki disiplin yang mereka tidak terima sebelumnya. Mereka jadi memiliki rasa persaudaraan, saling melindungi satu sama lain,” jelas Young, dikutip dari CNNIndonesia.com, Jumat (8/7/2016).

Tidak semua penjara di negara bagian New York memfasilitasi umat Islam. Salah satunya di penjara Auburn, beberapa napi Muslim mengeluhkan penutupan bui pada 2013 saat mereka seharusnya buka puasa dan shalat berjamaah di bulan Ramadan.