Terungkap! Para Pengebom Gereja Surabaya Punya Guru Bernama Abu Bakar, Kini jadi Buronan


SURATKABAR.ID Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Mahfud Arifin mengonfirmasi kabar kepolisian mengejar seseorang bernama Abu Bakar. Dia adalah guru dari Dita Oepriarto, terduga pelaku bom tiga gereja Surabaya.

“(Ustaz Abu Bakar) gurunya Dita itu, tapi masih dalam pengejaran di lapangan. Ada dua dalam pengejaran teman-teman di lapangan,” terang Machfud di Mapolda Jawa Timur, Selasa (15/5/2018).

Dilansir dari CNNIndonesia.com, Machfud enggan merinci lebih lanjut identitas, peran maupun keberadaan Abu Bakar karena masih dalam proses penyelidikan.

Namun, dia mengatakan Dita dan terduga pelaku bom di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo, Anton Ferdiantono saling berkaitan. Dia berharap kepolisian bisa segera menangkap Abu Bakar.

“Mudah-mudahan nanti kita tangkap,” imbuhnya.

Baca Juga: Tak Disangka! Sebelum Digrebek Densus 88, Teroris di Tangerang Masih Lakukan Ini

Machfud Arifin menjelaskan, Dita dan Anton sering mengaji pada Abu Bakar di Surabaya, tepatnya di wilayah Rungkut.

“Kedua orang itu sering mengaji pada Abu Bakar di Surabaya, tepatnya di wilayah Kecamatan Rungkut,” tuturnya

Saat menggelar kajian agama, para murid termasuk 2 orang itu membawa keluarganya.

“Di pengajian itu juga sering diputar film-film tentang aksi bom teroris,” jelas dia.

Diketahui, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan ada keterkaitan antara jaringan teror di Suriah dengan keluarga yang melakukan bom b***h diri di tiga gereja di Surabaya.

Keterkaitan itu, ujar Tito, terletak pada hubungan antara keluarga pelaku bom b***h diri di tiga gereja Surabaya dengan keluarga yang pernah dideportasi oleh pemerintah Turki beberapa waktu lalu.

Keluarga yang dideportasi Turki itu, menurut Tito, berperan sebagai ideolog dalam jaringan teror yang dibangun keluarga pelaku bom b***h diri di tiga gereja di Surabaya.

Tito tak menyebut nama keluarga yang dideportasi Turki ke Indonesia itu. Alasannya, polisi masih mencari keberadaan keluarga tersebut.