Bom Meledak Lagi di Surabaya, Ini Perintah Tegas Jokowi ke Polri


SURATKABAR.ID Selepas tiga bom meledak di beberpa Gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi, hari ini bom kembali meledak. Kali ini sasarannya adalah Mapolrestabes Surabaya. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam tindakan tersebut dan meminta Polri mengambil tindakan tegas.

“Ini adalah tindakan pengecut, tindakan tidak bermartabat, biadab,” kata Presiden Jokowi dalam jumpa pers pada Senin (14/5/2018), dikutip dari cnnindonesia.com.

Presiden Jokowi berkomitmen untuk melawan teroris hingga tuntas. Ia juga menegaskan agar polisi tidak perlu ragu untuk melakukan tindakan di lapangan saat berhadapan dengan kelompok teroris.

“Saya sampaikan kepada polisi, saya perintahkan Kapolri tindak tegas, tidak ada kompromi dalam melakukan tindakan di lapangan,” ujar Presiden Jokowi.

Baca Juga: Ngeri! Video Detik-Detik Meledaknya Bom di Polrestabes Surabaya

Mantan gubernur DKI Jakarta itu juga mengingatkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan juga kementerian segera menyelesaikan revisi undang-undang terorisme. Sebab menurut dia, pengajuan revisi itu sudah dilakukan sejak Februari 2016, dan sampai saat ini belum juga diputuskan.

Mengenai bom yang meledak pagi ini, berdasarkan rekaman CCTV Polrestabes Surabaya yang beredar terlihat bahwa saat itu petugas jaga di pintu masuk sisi timur, sedang memeriksa satu per satu tamu yang akan memasuki halaman parkir Polrestabes. Detik detik akan terjadi ledakan di pos pemeriksaan ada sebuah mobil innova bernopol Sidoarjo, tengah berhenti untuk pemeriksaan.

Di sebelah mobil avansa itu petugas menghentikan dua sepeda motor untuk diperiksa. Kedua sepeda motor, membonceng anak kecil, perempuan dan mengenakan kerudung. Dalam hitungan detik, terjadi ledakan yang diduga bersumber dari salah satu motor pengendara yang tengah dihentikan petugas. Maka terlihat pengendara motor beserta petugas yang tengah memeriksa, terpental.

Sebelum bom meledak di Polrestabes Surabaya, serangan bom diri terjadi di tiga gereja di Kota Surabaya, Jawa Timur. Sampai saat ini tercatat 13 orang tewas dan 41 orang luka-luka dalam kejadian itu.

Sedangkan di Rumah Susun Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo, juga terjadi ledakan bom di salah satu rumah. Korban yang tewas dalam kejadian itu tiga orang, dan dua anak-anak terluka. Diduga kuat ledakan itu tidak sengaja terjadi saat pelaku sedang merakit bom.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler


Berita sebelumyaBom yang Meledak di Polertabes Surabaya Berasal dari Pengendara Sepeda Motor
Berita berikutnya5 Bom dalam 25 Jam, Jokowi Baru Akan Terbitkan Perppu Terorisme Bulan Depan