Kehilangan Gairah, 5 Pesepakbola Ini Memilih Pensiun Dini. Ada yang Karena Yakin Kiamat Sudah Dekat


SURATKABAR.ID – Pada setiap profesi atau pekerjaan, passion adalah faktor yang sangat penting. Dengan adanya passion pekerjaan akan lebih menjiwai dan hasil yang didapatkanpun lebih memuaskan. Sama halnya dengan sepakbola.

Mayoritas pemain memilih terjun ke dunia sikulit bundar karena sudah cinta dengan sepak bola. Mereka rela bekerja keras mengorbankan waktu dan tenaga hanya demi tampil sebagai yang terbaik diantara yang terbaik. Namun pada beberapa kesempatan ada pula pemain-pemain yang kehilangan passion ditengah jalan. Umumnya mereka-mereka ini menemukan dunianya yang baru yang sesuai dengan kata hati mereka.

Siapakah pemain-pemain yang dimaksud, berikut ulasannya.

Dani Osvaldo

Dani Osvaldo merupakan mantan pemain Juventus, Roma dan Espanyol, dia juga pernah menjadi bagian timnas Italia pada puncak karirnya. Osvaldo diberikan bakat dan juga postur tubuh yang sayang menunjang karirnya sebagai seorang target man. Namun sayang dia mengaku tak bahagia dengan pekerjaannya sebagai pesepakbola.

Dia mengatakan aturan ketat dan juga diet sehat membuatnya tak bisa menikmati hidup. Dia tak bisa keluyuran malam, merokok, menegak bir dan juga kegiatan hura-hura lainnya. Padahal dia mengungkapkan bahwa Dani Osvaldo adalah seorang yang sangat cinta kebebasan.

Akhirnya pada bursa transfer musim panas 2016/2017, dia mantap gantung sepatu pada usia 30 tahun. Dia kemuidan banting setir menjadi seorang musisi dan bergabung dengan band Barrio Viejo sebagai vokalis.

Osvaldo bukannya tak punya peminat, bahkan usai dia mantap gantung sepatu dia masih mendapatkan tawaran dari Sevilla dan juga klub Tiongkok.

David Bentley

David Bentley cukup dikenal pada era 2008 hingga 2010an. Dia dikenal sebagai pemain yang cukup berbakat dengan kemampuan  yang bisa dibilang diatas rata-rata. Bahkan dia sempat digadang sebagai suksesor David Beckham yang biasa beroperasi sebagai gelandang sayap.

Namum meskipun dikaruniai bakat, Bentley punya kebiasaan buruk diluar lapangan. Mantan pemain timnas Inggris ini dikenal kecanduan judi. Judi pula lah yang membuatnya berpaling dari dunia yang membesarkan namanya.

Akhirnya pada 2014 dia memutuskan gantung sepatu pada usia 29 tahun. Ketika ditanya alasanya, Bentley menjawab dia merasa tak pernah punya gairah selama bermain sepakbola. Kini dia mulai menekuni dunia bisnis dan membuka restorannya sendiri.

Royston Drenthe

Drenthe bisa dibilang salah satu wonderkid dari belanda yang cukup membuat dunia terkesima. Talentanya itulah yang membuat Real Madrid merekrutnya meskipun usianya baru menginjak 20 tahun. Sayangnya ketatnya persaingan dengan penggawa Madrid lainnya membuat Drenthe tersingkir setelah tiga musim bertahan.

Kemudian dia diping-pong ke Hercules dan Everton sebagai pemain pinjaman. Sejak pulang dari Everton, Real Madrid melepasnya dan membuatnya bermain dengan klub-klub kasta kedua macam Reading.

Saat berada di Inggris, Drenthe sempat mengasah bakatnya dibidang tarik suara. Dia pernah mengisi sebuah acara di sebuah radio bersama dengan mantan pemain Liverpool, Ryan Babel. Merasa karir sepakbolanya terus menurut, Drenthe akhirnya memutuskan pensiun dini dan memulai babak baru sebagai penyanyi rap.

Carlos Roa

Mantan pemain Mallorca dan juga timnas Argentina, Carlos Roa punya cerita yang unik pada karir sepakbolanya. Dia memutuskan menutup tirai panggung utamanya lantaran bersiap untuk menghadapi kiamat.

Roa adalah kiper yang berbakat pada masanya, hal tersebut terbukti dari pinangan Manchester United pada tahun 1997/98. Namun pada masa jaya Roa justru memutuskan gantung sepatu gara-gara meyakini dunia bakal segera kiamat.

Dia tergabung menjadi anggota gereja Seventh-Day Adventist dan menjadi lebih religius. Menurut mantan rekannya, Roa menolak membicarakan masalah kontrak karena ingin menjadi umat Kristiani yang taat. Meskipun demikian kontraknya di Mallorca tersisa dua tahun masih terus berjalan. DIa akhirnya hanya menjadi pemain cadangan karena menolak dimainkan, sedangkan posisinya digantikan oleh Leo Franco.

Hidetoshi Nakata

Hidetoshi Nakata sempat menjadi buah bibir kala sukses membatu AS Roma menyabet Scudetto pada musim 2000/2001. Dia juga menjadi salah satu pemain Asia yang bisa menembus klub-klub level atas seperti Parma, Bologna dan Fiorentina saat itu.

Namun popularitas dan ketenarannya membuatnya kehilangan passion pada sepakbola. Nakata resmi mengumumkan gantung sepatu pada usia 29 tahun, usia yang masih sangat muda untuk pemain selevelnya.

Alasanya dia terlalu nyaman menjadi seorang model dan memilih untuk terjun kedalamnya. Kini setelah gantung sepatu dia pun menjadikan dunia modeling sebagai profesi barunya.

(Berita ini pernah diterbitkan di striker.id dengan judul: Deretan 5 Pemain Ini Pensiun Karena Kehilangan Gairah Bermain, Kok Bisa?)