Tegas, Rektorat UI Beri Komentar Soal Pelaporan Ade Armando ke Polisi


Ade Armando. Foto: Republika

SURATKABAR.ID – Akibat berulang kali melontarkan kalimat kontroversial, salah seorang dosen Universitas Indonesia (UI), Ade Armando, kerap dilaporkan ke polisi. Menurut pelapor, Ade Armando telah menistakan agama walau hal itu berulang kali dibantah oleh Ade.

Terkait laporan-laporan Ade tersebut, rektorat UI dengan diwakilkan Kepala Humas UI, Reffili, tak ingin banyak berkomentar. “Semua itu tanggung jawab pribadinya Pak Ade Armando. UI tidak ada sangkut paut dengan beliau,” ujarnya, Jumat (13/4/2018) seperti dikutip dari Republika.co.id.

Lalu, soal pihak UI apakah akan memberikan teguran maupun hal lainnya yang serupa, juga tidak ada komentar. Menurutnya itu merupakan opini yang tak bisa disebutkannya. “Itu kan opini ya. Saya tidak bisa kalau opini,” ucap Refilli.

Di sisi lain, Refilli juga mengatakan soal tidak bisanya memberhentikan seorang dosen dengan sembarangan. Hal tersebut terkait status dosen Ade Armando di universitas ternama itu. Mengenai kasus Ade Armando, ada satu aturan yang dapat dibaca oleh masyarakat untuk disimpulkan sendiri.

“Menurut PP No. 53 tahun 2010, seorang PNS akan dicabut dari status PNS-nya jika yang bersangkutan sudah dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman oleh pengadilan. Beliau seorang PNS, jadinya mengikuti aturan PNS,” terang Refilli.

Baca juga: Novel: Ade Armando Memang Spesialis Penghina Ulama

Seperti diketahui, Ade Armando dilaporkan oleh seorang warga bernama Johan Khan pada Januari 2017 lalu lantaran cicitannya di media sosial. Demikian menurut keterangan dari Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Ade yang merupakan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) menulis “Allah kan bukan orang Arab. Tentu Allah senang kalau ayat-ayat-Nya dibaca dengan gaya Minang, Ambon, China, Hiphop, Blues”.

Ade Armando lantas dilaporkan ke polisi lagi atas tudingan penodaan agama. Yang melaporkannya kali ini ialah seorang pengacara dengan mengaku sebagai wakil umat Islam, Denny Andrian Kusdayat, terkait dugaan menodai agama.

“Tolong cek Facebook-nya Ade Armando. Kira-kira ada unsur penghinaan agama enggak? Saya kan enggak follow Ade Armando nih, baru pas tahu dari saudara Frans, saya follow, baru saya tahu. Kemudian, ada kalimatnya ‘azan tidak suci’,” kata Denny ketika ditemui usai melapor di Mapolda Metro Jaya, Rabu (11/4/2018), dikutip dari Republika.co.id.

Dengan jelas Denny menegaskan bahwa Ade Armando sudah melakukan penodaan agama dengan menyebut azan tidak suci. Padahal, jelas-jelas dalam bait azan ada lafaz-lafaz suci mengagungkan Allah SWT. Diharapkan polisi menindak tegas dan mengusut tuntas kasus ini.

Dilansir dari Republika.co.id berdasarkan wawancara dengan Ade, ia mengungkap maksud sebenarnya dari pernyataan dia. Menurut Ade tulisan dia di Facebook yang mana digugat Denny merupakan sebuah bentuk pembelaan untuk puisi Sukmawati Soekarnoputri.