Menangis Saat Bertemu Polisi yang Dimaki dan Diludahinya, Pengemudi Ertiga Minta Laporannya Dicabut


SURATKABAR.ID – Watoni, pengemudi Ertiga yang memaki, menginjak kaki, hingga meludahi seorang aparat kepolisian anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bernama Hermansyah Sitorus menangis dan mengklaim dirinya menyesal saat di kantor polisi. Mereka bertemu saat Watoni sedang menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Kami bertemu Selasa (10/4/2018) malam waktu saya di-BAP tambahan. Ternyata dia (Watoni) juga sedang di-BAP (Berita Acara Pemeriksaan),” tutur Hermansyah sewaktu dihubungi awak media, Kamis (12/04/2018), seperti dikutip dari laporan Kompas.com.

Menangis dan Cium Tangan

Saat bertemu, keduanya terlibat dalam percakapan cukup panjang. Watoni mengaku menyesali perbuatannya sembari menangis. Bahkan Hermansyah menyebut, Watoni sempat menjabat tangan lalu mencium tangannya agar dimaafkan serta meminta agar laporan terhadapnya dicabut saja.

Mengutip reportase poskotanews.com, pasca Watoni ditangkap, yang bersangkutan dan Hermansyah benar adanya dipertemukan oleh penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya saat menjalani berita acara pemeriksaan (BAP) tambahan pada Rabu (11/04/2018) kemarin.

“Dia menangis dan meminta maaf kepada saya, bahkan meminta saya mencabut laporan saya,” tukas Hermansyah Sitorus.

Baca juga: Ditilang Karena Langgar Aturan, Pengemudi ini Justru Ludahi dan Aniaya Polisi

Hermansyah lantas melanjutkan bahwa secara pribadi dirinya telah memaafkan Watoni, namun ia tetap menyerahkan penanganan kasus ini kepada penyidik.

“Kalau secara pribadi kan saya maafin, tapi kan karena hukum sudah berjalan ya saya juga tergantung dengan pimpinan juga karena kami kan institusi bukan pribadi jadi udah beda urusannya,” tegasnya kemudian.

Kepada Hermansyah, Watoni saat itu mengaku tengah kesal kepada penumpangnya yang dia bawa sehingga melakukan tindakan yang tak terpuji kepada dirinya.

“Alasannya kesel sama penumpang dia saja, tapi saya nggak banyak nanya sama dia kesel kenapa. Dia ini taksi online dan bawa penumpang saat itu,” ungkap Hermansyah menjelaskan.

Sebelumnya, Hermansyah melaporkan tindakan tak menyenangkan yang dilakukan Watoni pada Kamis (05/04/2018). Insiden tersebut terjadi di turunan flyover Kuningan, Jakarta Selatan.

Pelanggaran Sistem Ganjil-Genap

“Menurut keterangan korban, pada 5 April 2018 sekitar pukul 09.00, korban selaku petugas polantas menghentikan kendaraan Suzuki Ertiga dengan nomor polisi B 2016 KKE milik terlapor karena melanggar sistem ganjil genap,” papar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Jumat (06/04/2018).

Disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, kendaraan milik Wantoni dihentikan oleh petugas polantas lalu ditilang atas pelanggaran sistem ganjil-genap. Merasa tak terima, pelaku langsung melontarkan kata-kata penghinaan terhadap petugas. Sementara itu petugas polantas tetap tegas dengan memberikan penilangan sesuai pelanggaran yang dilakukan.

Namun, pelaku kemudian malah memundurkan kendaraannya kemudian melindas kaki Hermansyah sebelah kanan yang mengakibatkan luka memar. Belum cukup sampai di situ, Watoni juga meludahi Hermansyah sebelum akhirnya tancap gas dan pergi dari tempat kejadian.

Hermansyah pun membenarkan jika saat itu pelaku memaki, meludahi, dan melindas kakinya dengan roda mobil setelah ditilang karena melanggar sistem ganjil-genap.

“Sekarang kaki sudah sehat sudah bisa dinas dari kemarin, nggak ada lagi rasa sakit karena mungkin kemarin itu beberapa hari memar,” katanya.

Lantaran tak terima atas perlakuan pengemudi tersebut, Hermansyah pun melaporkan kejadian ini. Sesuai laporan, pelaku dijerat Pasal 351 KUHP dan atau Pasal 335 KUHP dan atau Pasal 21 KUHP dengan tuduhan Penganiayaan dan Perbuatan Tidak Menyenangkan dan Melawan Petugas.