Partai Berkarya Diprediksi Gagal, Tommy Soeharto Diminta Belajar dari Sejarah


SURATKABAR.IDSalah satu partai politik baru di Indonesia, Partai Berkarya, optimistis bakal meraup suara yang cukup besar dalam pemilihan umum 2019. Mereka telah menyusun strategi dan target-target untuk berlaga dalam ajang pemilu itu.

Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto mengatakan partainya akan berkonsentrasi bertempur di tingkat bawah, yaitu tingkat kota dan kabupaten.

“Target pesimis kita adalah tiga kursi di legislatif tingkat daerah,” katanya saat membuka Rapat Pimpinan Nasional III Partai Berkarya di Karanganyar, Jawa Tengah,Sabtu (10/3/2018). Dikutip dari Tempo.co.

Namun, berbeda dengan Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya yang memprediksi bahwa Partai Berkarya sulit untuk menembus ambang batas parlemen atau parlementary threshold.

Yunarto menjelaskan, Seharusnya, Ketua Umum Partai Berkarya, Tommy Soeharto belajar sejarah terkait rekam jejak politiknya.

Salah satunya, ketika dia merebut kepemimpinan Partai Golkar, dan hanya mendapatkan nol suara. Tommy juga harus menyadari saat Hardiyanti Rukmana alias Tutut mendirikan partai, perolehan suara yang didapatkan juga kecil.

“Tommy juga harus melihat sepak terjangnya yang secara hukum pernah bermasalah,” ujar Yunarto Wijaya, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (13/3/2018).

Yunarto mengatakan, ada kesalahan persepsi dari Partai Berkarya dan Tommy. Mereka memandang nama besar ayahnya, Presiden Soeharto demikian mudahnya berkorelasi dengan suara partainya.

Padahal tidak demikian, Yunarto mengatakan, Soeharto yang dihormati adalah pembangunannya, bagaimana pencapaian ekonomi bukan kultus terhadap Soeharto itu sendiri. Kini nama Soeharto yang demikian mudah dipakai oleh anak-anaknya.

“Kalau pasti menggunakan logika seperti itu, menurut saya partai ini akan gagal, saya yakin partai ini tidak akan lolos parlementary treshold,” pungkas Yunarto.

Loading...