Jokowi Habiskan Hampir Rp 1 Triliun Jamu IMF, Fadli Zon Sebut Lembaga Tersebut Biang Kerok


SURATKABAR.ID – Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengungkapkan keheranannya pada Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang katanya memberi sambutan bak raja pada Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde.

Seperti diberitakan laman jawapos.com, Fadli mengatakan bahwa IMF adalah institusi yang menghancurkan Indonesia 20 tahun lalu. Kebijakan IMF, sambungnya, merusak sendi-sendi ekonomi di dalam negeri.

“Penyambutan IMF ini kok dibuat seperti kedatangan raja gitu lho,” kata Fadli di gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Fadli menjelaskan, saat itu di tengah krisis yang makin memburuk di Indonesia, Presiden Soeharto dipaksa menerima bantuan dari IMF. Tapi bantuan itu justru semakin menjerumuskan Indonesia ke dalam kondisi yang tidak baik.

“Karena IMF punya kekuatan besar untuk mendikte ekonomi Indonesia. Contohnya sekarang memuji Indonesia kuat. Bahkan dikatakan oleh World Bank sebagai Asian Miracle. Tahu-tahu terjadi krisis,” katanya.

Fadli kemudian mengatakan bahwa IMF adalah lembaga yang menjadi sumber masalah buruknya perekonomian di Indonesia pada era Presiden Soeharto.

“Terbukti IMF ini biang kerok dari berbagai macam krisis di dunia,” kata politisi Gerindra itu.

Maka melihat bagaimana sikap pemerintah kemarin, dirinya merasa heran. Jokowi memberi karpet merah pada IMF, ucap Fadli, bahkan sampai mengeluarkan dana hampir Rp 1 triliun untuk pretemuan tersebut.

“Memangnya negara Indonesia event organizer. Kan bukan,” ujarnya.

Fadli menyebut seharusnya uang Rp 1 triliun itu digunakan untuk kepentingan lain. Bukan untuk menjamu IMF di dalam negeri yang bahkan sampai memabawanya berkunjung ke Pasar Tanah Abang, Jakarta.

Masih dikutip dari jawapos.com, Fadli mengatakan dirinya ingat betul di tahun 1998, gara-gara IMF, subsidi bahan bakar minyak (BBM) dicabut. Pasalnya pada waktu itu pemerintah Indonesia mau tidak mau berhutang kepada IMF untuk mengatasi krisis.

“Dan ternyata di balik itu IMF bisa mendikte kebijakan ekonomi di dalam negeri. Sehingga harga BBM naik sampai 71 persen. Dan berlanjut dengan terjadinya demonstrasi di mana-mana,” terang Fadli.

Senin (26/2/2018) Presiden Jokowi bersama Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde mengunjungi Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, sebagai salah satu rangkaian pertemuan pemerintah dengan IMF.