Tiap Terngiang Pesan Sopir Bus Maut, Seorang Wanita Tak Sanggup Membendung Air Matanya


SURATKABAR.ID – Insiden maut yang terjadi di tanjakan Emen, Subang pada Sabtu (10/2) lalu masih menyisakan duka mendalam. Tak hanya bagi keluarga korban jiwa, namun juga bagi seorang wanita bernama Tia Yulianingsih (19), istri dari Amirudin (32) yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Dilanda kekalutan yang teramat sangat bila sang suami harus masuk penjara, Tia memikirkan nasib sang buah hati prertamanya dengan Amirudin. Pasalnya anak perempuannya masih sangat belia, yakni berusia 4 bulan dan sangat membutuhkan sosok seorang ayah.

Dilansir dari laman Tribunnews.com, Amirudin dan Tia yang usianya terlampau jauh ini melangsungkan pernikahan dua tahun yang lalu. Tia mengaku sang suami adalah sosok yang baik, pengertian, dan nrimo, mau dimasakkan makanan apa pun, suaminya tak pernah marah. Ia juga sering mengajak Tia berlibur.

“Orangnya baik, pengertian, sederhana, dimasakin makanan apa saja mau,” tutur wanita berusia 19 tahun ini ketika ditemui di kediamannya pada Senin (12/2), seperti yang dikutip dari laman Tribunnews.com, Senin (12/2/2018).

Tia mendapat kabar kondisi sang suami dari kakak kandung Amirudin, Pudin (40) yang datang ke RSUD Subang untuk menjenguk adiknya. Dari kisah Pudin, diketahui tangan Amir patah dan ada sobekan di pelipis matanya karena terkena pecahan kaca. Amir juga merasa nyeri di tulang belakang dan kaku pada kaki serta leher sehingga membuatnya kesulitan menoleh.

“Pengennya sih, dateng ke sana langsung, ngerawat Mas Amir, tapi anak belum bisa ditinggal,” ungkap Tia yang mendengar dari Pudin, Amirudin pertama kali menanyakan kabar anak dan istrinya pada sang kakak. “Sedih pas denger begitu mah, sampai sekarang kalau ingat saya masih suka menangis sendiri.”

Menurut pengakuan Tia, baik dirinya maupun anggota keluarga lainnya belum mengetahui status tersangka yang diberikan kepada Amirudin. Hingga Senin (12/2) kemarin, belum ada personel kepolisian yang mendatangi kediamannya terkait hal tersebut.

“Amit-amit, jangan sampai. Semoga beritanya salah. Enggak percaya saya, Mas,” tukas Tia sangat ketakutan, yang langsung disahuti oleh ibu kandung Amirudin, Ami (60), “Semoga cuma kesalahan mesin busnya saja, Mas.”

Rem Bus Bermasalah

Dalam kecelakaan di turunan Emen, Subang, Sabtu (10/2) sore, terlihat tapak ban dari bus pariwisata Premium Passion membekas di sepanjang 300 meter jalan aspal. Bus lebih dulu menyerempet pengemudi motor sebelum akhirnya terguling akibat curamnya jalalan dan berbelok di Kampung Cicenang Desa Ciater Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang.

Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, tapak ban bus selebar 20 sentimeter dengan panjang 40 sentimeter tampak tepat di depan warung-warung yang berjarak sekitar 500 meter dari titik utama kejadian nahas tersebut.

Sebelum menabrak pengendara motor, bus sempat mengerem beberapa detik. Lalu menabrak tebing sampai akhirnya terguling di tikungan.

“Jejak ban ini kemungkinan bekas ban dari bus yang direm sopir. Kalau jejak ban bekas remnya tiba-tiba menebal kemudian menipis lagi, kemungkinan karena remnya tidak berfungsi dengan baik. Sempat mengeram, kecepatan berkurang, tapi karena remnya tidak terlalu berfungsi maka kecepatan bus meningkat lagi,” jelas petugas Polres Subang, Bripka D Iskandar.