Tak Terima JR Saragih Gagal Lolos, Partai Demokrat Tuding KPU Terlibat Main Kotor


Foto: Kompas

SURATKABAR.ID – Wakil Sekjen Partai Demokrat Rachlan Nashidik menganggap Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu untuk dicurigai telah terlibat di dalam permainan kotor partai tertentu terkait Pilkada Sumatera Utara.

KPU menyatakan kalau pasangan JR Saragih dan Ance Selian tak lolos lantaran berkas persyaratan JR Saragih untuk menjadi bakal calon gubernur Sumut tak memenuhi persyaratan.

Berkas itu ialah fotokopi ijazah atau Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) yang sudah dilegalisasi oleh instansi berwenang.

Berdasarkan pada surat Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta Nomor 1454/1.851.623 Tanggal 22 Januari 2018 pada poin empat yang menyatakan bahwa Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta tak pernah melegalisir atau mengesahkan ijazah atau STTB SMA Nomor 1 OC Oh 0373795 Tahun 1990 atas nama Jopinus Saragih.

“Bila benar yang dibuat sebagai alasan adalah legalisasi ijazah SMA, maka KPU harus dicurigai telah jadi kayu pemukul dari permainan kotor partai tertentu,” kata Rachlan kepada wartawan, Senin (12/2/2018), seperti dikutip dari Kompas.com.

Rachlan menyebut bahwa keputusan KPU tersebut melawan akal sehat karena JR Saragih telah menjadi Bupati untuk dua periode.

Di samping itu, JR Saragih pun merupakan lulusan dari Akademi Militer dan telah berbakti sebagai Prajurit TNI sampai berpangkat menjadi Kolonel, sebelum akhirnya memutuskan untuk mundur dan menjadi pengusaha Rumah Sakit.

“Bagaimana itu bisa bila JR Saragih tak punya ijazah SMA? Apakah KPU setidaknya berani mengatakan manajemen seleksi Akademi Militer Magelang yang meluluskan JR Saragih menjadi Prajurit TNI lebih buruk dari KPU? Sungguh keputusan KPU ini melawan akal sehat,” tukas Rachlan.

Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara sebelumnya menetapkan bahwa dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di dalam Rapat Pleno Terbuka Pengumuman dan Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018-2023 di Ballroom Hotel Grand Mercure Maha Cipta, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Senin (12/2/2018).

Adapun dua pasangan yang lolos yakni Edy Rahmayadi dengan pasangannya, Musa Rajekshah, dan juga pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus.

Menurut pernyataan KPU, pasangan JR Saragih dan Ance Selian tak lolos lantaran berkas persyaratan JR Saragih yang menjadi bakal calon gubernur Sumut tak memenuhi syarat.

Berkas itu ialah fotokopi ijazah atau Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) yang sudah dilegalisasi oleh instansi berwenang.

“Sesuai dengan surat Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta Nomor 1454/1.851.623 Tanggal 22 Januari 2018 pada poin empat menyatakan bahwa Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta tidak pernah melegalisir atau mengesahkan ijazah atau STTB SMA Nomor 1 OC Oh 0373795 Tahun 1990 atas nama Jopinus Saragih,” kata Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga.