Wiranto Dianggap Lebih Konsisten Dibanding Jokowi Soal Komitmen Tidak Rangkap Jabatan


SURATKABAR.ID – Langkah Wiranto yang dengan tegas menolak menjadi ketua umum Partai Hanura meski dirinya memiliki peluang besar, langsung mendapatkan apresiasi dari Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin.

Dilansir dari laman Kompas.com, menurut Ujang Komarudin, Wiranto memiliki kesempatan besar untuk bisa kembali memimpin partai tersebut. Terlebih usai meletusnya kisruh kepemimpinan di dalam partai politik yang didirikannya tersebut.

Namun bertolak belakang dengan prediksi kebanyakan orang, Wiranto dengan tegas menolak rangkap jabatan dan bersikeras untuk tetap fokus pada jabatannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan.

Melihat sikap yang ditunjukkan oleh Wiranto, Ujang menilai, ada sisi yang jauh lebih konsisten di dalam diri Wiranto dibandingkan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang memberi izin kepada Airlangga Hartanto merangkap jabatan sebagai Menteri Perindustrian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar.

Baca Juga: Sering Diragukan, Ternyata Ada 21 Pengembang Siap Bangun Rumah DP 0 Persen

“Itu sesuatu yang baik yang Pak Wiranto lakukan. Beliau bisa saja mengambil alih (kepemimpinan Hanura) tapi tidak dilakukan karena ada komitmen dari awal untuk tidak rangkap jabatan. Patuh terhadap himbauan larangan Pak Jokowi itu,” tutur Ujang, Jumat (19/1), dikutip dari Kompas.com, Jumat (19/1/2018).

Tidak seperti Wiranto, Presiden Jokowi dinilai tidak konsisten dengan larangan rangkap jabatan, dengan mempertahankan Airlangga. Adapun alasan Jokowi adalah kesulitan mencari sosok pengganti Airlangga di sisa masa pemerintahan yang tinggal satu setengah tahun tersebut.

Menurut Ujang, sudah sepatutnya sebagai seorang pemimpin yang bertanggung jawab memberikan contoh dengan bertindak konsisten terhadap apa yang dulu pernah dikatakannya. Ujang menduga, hal tersebut dilakukan Jokowi untuk mendapatkan dukungan Golkar di Pemilu Presiden 2019 mendatang.

“Tentu ini presiden tidak baik. Harusnya pemimpin beri contoh apa yang dikatakan dulu dan sekarang harus konsisten,” tukas Ujang. “Golkar akan menggaransi, akan full mendukung Pak Jokowi di 2019. Itu deal-nya saya yakin,” tambahnya lebih lanjut.

Baca Juga: Hina Jokowi dan Kapolri Jenderal Lantaran Kesal, Seorang Siswa SKM Divonis 1,5 Tahun

Sebelumnya, pada Kamis (18/1), menanggapi konflik yang terjadi di Partai Hanura, Wiranto mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp, yang kemudian dibacakan oleh Ketua DPP Hanura Dosi Iskandar dalam acara Munaslub kubu Daryatmo:

Pada posisi sebagai Menkopolhukam, saya harus tetap konsisten membantu Presiden membaktikan diri saya menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional. Tugas yang membutuhkan perhatian dan kemampuan saya sepenuhnya.

Untuk itu saya legowo dan akan mendukung sepenuhnya partai hanuradipimpin oleh orang orang yg berkualitas, bermoral dan memiliki kemampuan manajerial yang handal.

Sebagai Ketua Dewan Pembina yang mendirikan partai ini saya sangat sadar bahwa besar kecilnya partai akan sangat ditentukan kekuatan riil pemilik partai yakni seluruh anggota dan simpatisanya di seluruh Indonesia, bahkan mancanegara, yang diwakili Dewan Perwakilan Provinsi dan DPC kabupaten kota seluruh Indonesia.

Siapapun dan dengan cara apapun tidak bisa mencegah hak politik pemilik partai ini. Oleh sebab itu saya akan terus mendukung dan bersama sama dengan saudara-saudara berjuang untuk eksistensi Partai Hanura.

Selamat berjuang semoga tuhan merestui perjuangan Partai Hanura. Tertanda, Wiranto,” demikian bunyi pesan WhatsApp Wiranto, seperti yang dikutip dari laman Tribunnews.com.