Menohok! Begini Reaksi Sandi Saat Tahu Anggota DPR Pengkritik OK OCE Ikut Program Pasar Jaya



SURATKABAR.ID – Saat Arief Nasrudin, Direktur PD Pasar Jaya tengah mempresentasikan program distribusi bernama Pap and Mom Store, Sandiaga yang kala itu berada di tempat yang sama tiba-tiba saja memotong pembicaraan Arief.

Singkat cerita, Arief Nasrudin menyampaikan daftar calon mitra yang bakal bekerja sama dalam program itu. Sandiaga kemudian melihat ada yang janggal dan meminta Arief berhenti memaparkan.

Sandiaga melihat ada nama Nur Afni yang jadi salah satu calon mitra PD Pasar Jaya. Di dalam presentasi itu tertulis jika Nur Afni ini merupakan warga yang beralamatkan di Kapuk Pulo, Jakarta.

Sandiaga penasaran apakah Nur Afni yang dimaksud sama dengan Nur Afni Sajim, anggota DPRD DKI Jakarta Komisi B yang menyebutkan OK OCE merupakan pelatihan cuap-cuap.

Baca juga: Heboh La Nyalla Bongkar “Uang Mahar” Prabowo, Anies Baswedan dan Sandiaga Angkat Bicara

“Ini Bu Nur Afni yang (anggota fraksi) Demokrat itu, Pak?” tanya Sandiaga kepada Arief, seperti yang diwartakan oleh Kompas.com

“Iya, Pak. Dia punya koperasi,” ujar Arief.

“Dibantu ya, Pak. Supaya ini enggak cuap-cuap, he-he-he,” papar Sandiaga sambil tertawa.

Ketika ditanya mengenai keikutsertaan Afni dalam program itu, Sandi enggan membahasnya lebih jauh. Begitu pun dengan Arief yang bisa dibilang lebih memilih menghindari pernyataan itu.

Dalam pemaparan Arief program Pap and Mom Store itu bisa diikuti oleh semua masyarakat yang ingin bekerja sama dengan distribusi channel PD Pasar Jaya. Syaratnya, setelah mengajukan permohonan kerja sama para petugas PD Pasar Jaya bakal melakukan pengecekan lokasi, serta melihat capital expenditure calon mitra. Setelah selesai dan lolos, kemitraan yang diinginkan bisa terlaksana.

Baca juga: La Nyalla: Saya Ini Orang Bego Kalau Masih Mau Mendukung Prabowo

Kelebihan program Pap dan Mam Store ini adalah mendapatkan harga barang yang kompetitif serta keuntungan sepenuhnya milik investor.

Diberitakan sebelumnya, Nur Afni Sajum mengkritik pelatihan OK OCE yang dijalankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pelatihan cuap-cuap lantaran pelatihan itu hanya memberikan pemaparan saja dan tidak ada praktek.

“Saya bingung, ini aneh, ini pelatihan paling aneh yang pernah saya datangi. (OK OCE) ini pelatihan cuap-cuap, Pak. Saya kontrol betul di Jakarta Barat,” ujar Afni saat rapat Komisi B bersama Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan DKI di Gedung DPRD DKI, Selasa (9/1/2018).

Loading...

Komentar

komentar