Melawak Memang Tak Mudah, 4 Komedian Ini Pernah Dikecam Akibat ‘Salah’ Melucu


SURATKABAR.ID – Mencari bahan guyonan sepertinya memang bukan perkara mudah. Apalagi jika lelucon yang ingin kita lontarkan sifatnya netral dan ‘sehat’, dalam artian tidak menyinggung atau menyudutkan pihak manapun, terutama yang bersangkutan dengan isy SARA. Bahkan almarhum pelawak senior, S. Bagio, pernah mengatakan, “Jadi pelawak itu susah, Mas. Kita nggak bisa sembarangan ndagel… Agama, suku, warna kulit itu bukan bahan lelucon.”

Quote dari pelawak legendaris ini kembali diingatkan oleh mantan personil T2, Tika Ramlan. Baru-baru ini, penyanyi ini mengunggah quote dari Bagio tersebut melalui akun Instagram pribadinya. Hal ini tentu saja berkaitan dengan isu yang saat ini tengah viral. Sedang hangat-hangatnya dibahas oleh publik sekarang, komika Joshua Suherman dilaporkan ke polisi lantaran didugaan telah menistakan agama tertentu, demikian melansir laman Hipwee.com, Jumat (12/01/2018).

Faktanya, sebagian masyarakat tanah air tak bisa menerima apabila ada komedian yang mencolek hal-hal sensitif sebagai bahan bercandaannya. Namun entah apa motifnya, guyonan semacam ini bukan terjadi kali ini saja. Entah disengaja atau tidak, sebuah suku, agama, ras, dan sejenisnya kerap dijadikan bahan lelucon untuk menimbulkan gelak tawa.

Di titik itu adakalanya memang para hadirin secara langsung akan ikut terkekeh. Tapi lain halnya bagi mereka yang menyaksikannya melalui layar kaca atau media sosial. Beberapa kejadian ini akan mengingatkan kita bagaimana bahan candaan menjadi bumerang bagi sang komedian itu sendiri. Betapa masyarakat Indonesia cukup sensitif terhadap sejumlah isu, walau dibungkus atas nama lucu.

Baca juga: Menohok! Begini Saran FPI Buat Joshua yang Dituding Menistakan Agama

1. Mendiang Olga Syahputra pernah menuai kecaman dan mendapat peringatan dari KPI karena bercanda tentang p*********n

Almarhum Olga Syahputra memang terkenal dengan leluconnya yang spontan. Semua orang bisa tertawa dengan jawaban dan respon lucu yang dilontarkannya. Seakan tanpa pikir panjang, candaan tersebut keluar begitu saja dari mulutnya.

Meski begitu, kehidupannya sebagai pelawak tak selamanya berjalan mulus. Dalam sebuah program acara televisi tahun 2011 lalu, Olga yang saat itu berperan sebagai suster ngesot, menjawab pertanyaan dari lawan mainnya tentang penyebab kematiannya. Olga pun dengan spontan menjawab bahwa ia meninggal karena diperkosa sopir angkot.

Guyonannya tersebut otomatis membuat geram sebagian publik lantaran dianggap kurang berempati dan telah menyinggung perasaan korban p*********n. Olga pun dipanggil dan diberi peringatan oleh KPI. Menyadari kesalahannya, Olga lantas meminta maaf dan meyakinkan masyarakat bahwa ia sama sekali tak bermaksud menyinggung pihak manapun. Semua itu murni dengan spontan dilontarkannya sebagai guyonan belaka dan hiburan semata.

2. Tak cuma sekali, Uus diserang beberapa kali karena menyinggung soal kerudung dan ulama

Komika Uus memang cukup terkenal karena kontroversi yang diciptakannya. Hal pertama yang membuatnya dimusuhi adalah cuitannya terkait fangirl Korea yang berkerudung.

Cewek pake hijab, terus dateng ke konser nangis-nangis. Mungkin keluarganya terlalu over protektif jadi pelampiasannya di situ,“ begitulah cuitan Uus. Kicauan itu tak pelak membuat tersinggung banyak orang, terutama Kpopers.

Meski telah meminta maaf, ternyata Uus kembali lagi menjadi sorotan akibat cuitannya yang mungkin bermaksud bercanda. Tapi yang ia jadikan bahan adalah Habib Rizieq Shihab. Dalam foto yang diunggahnya terdapat tulisan “Sehelai rambut Habib Rizieq jatuh, bukan urusan dengan FPI tapi dengan umat islam..”, Uus menambahkan cuitan “Shampo untuk Rizieq. Viralkan! Bantu Rizieq beli shampo!!”.

Atas cuitannya ini, Uus pun jadi bulan-bulanan netizen yang geram karena Uus dianggap telah menghina salah satu petinggi agama yang mereka junjung dan hormati.

3. Ge Pamungkas juga pernah menjadi incaran kemarahan sebagian orang karena candaannya tentang ujian ilahi

Beberapa waktu lalu, Ge Pamungkas juga pernah menjadi sorotan atas komedinya di panggung. Ia membahas tentang ujian dari Tuhan. Ge membahas tentang banjir Jakarta sekarang yang dianggap oleh orang-orang sebagai cobaan dari Allah.

“Sesungguhnya Allah memberikan cobaan kepada yang Dia cintai. Cintai apaan?”

Itulah yang membuatnya menjadi sasaran hujatan. Ge pun mencoba memberikan klarifikasi bahwa yang dimaksud dalam konteks tersebut bukanlah menghina Allah, melainkan ditujukan untuk sifat manusia yang kerap double standard dalam melihat agama yang dianutnya, serta ras mereka.

4. Dan yang paling baru, Joshua Suherman membercandakan soal agama ketika berkomedi di depan khalayak

Dan yang kini menjadi viral adalah tentang penyanyi cilik jaman 90-an yang tengah mencoba peruntungannya sebagai pelawak. Dalam materi komiknya, Joshua membandingkan antara Annisa dan Cherly (Cherrybelle).

Joshua menyatakan kenapa Annisa selalu unggul dari Cherly. Dan akhirnya ia tahu jawabannya “Makanya Che… Islam!”.

Secara tak langsung, Joshua memberikan alasan kenapa Annisa lebih unggul—karena dia Islam. Joshua pun menambahkan bahwa di Indonesia ada sesuatu yang tak bisa dikalahkan oleh bakat sebesar apapun, yakni mayoritas.

Atas kelakarnya tersebut, Joshua dilaporkan ke pihak yang berwajib dengan tudingan diduga menistakan agama.

Mungkin memang benar bahwa para komedian ini sama sekali tak bermaksud menyinggung oknum, ras, agama atau ras dan antar golongan tertentu, melainkan lebih diperuntukkan bagi pribadi atau manusianya.

Namun sayangnya, kritik sosial semacam ini seringkali berakhir menjadi kesalahpahaman lantaran dibungkus dengan kelakar. Tak sedikit dari generasi muda zaman sekarang yang ingin melakukan pendekatan terhadap kritik sosial semacam ini melalui bercandaan lantaran dianggap lebih mudah dipahami.

Namun ada daya, niatan yang semulanya hanya sarkas malah menjadi bumerang sendiri bagi para komika ini. Mungkin memang ada baiknya berpikir dan tetap berada di jalur aman sesuai ketentuan dan aturan seperti S. Bagio di atas. Sebaiknya hindari saja guyonan yang sekiranya melibatkan isu sensitif seperti ras, agama, dan atau warna kulit dan golongan tertentu.

Baca juga: Punya Harta Rp 750 Miliar, Roro Fitria Ungkap Kenapa Jarang Bagikan Foto Liburan di Luar Negeri

Masih ada banyak hal lain yang bisa dijadikan bahan bercandaan. Meski tingkat sensitivitas dan kadar toleransi tiap pribadi dan lapisan masyarakat berbeda-beda, namun ada baiknya untuk senantiasa mematuhi ketertiban umum demi terpeliharanya keselarasan dan perdamaian.

Indeed 😊😊 Lucu bukan berarti harus mencemooh Lucu bukan berarti mengolok ngolok Klo komedian yang pintar pasti bisa cari materi materi lawakan yang tidak mencemooh pada 1 hal. Mengkritik boleh tapi tidak mencemooh Apalagi yg dicemooh Agama,Ras,Warna kulit dsb yv bisa memicu keributan.. Dan herannya entah sudah keberapa kalinya Terulang lagi terulang lagi hal hal yang diluar jalur yg dilakukan oleh beberapa komedian muda.. Padahal mungkin harusnya mereka tau dng lawakan gak berkelas seperti itu, dengan mencemooh agama manapun, ibadah agama manapun , itu bisa memacu Keributan. Apa memang maunya bikin ribut? Atau mereka pikir melakukan hal tsb itu bikin mereka keren?? Ngga sih..sama sekali gak keren Kalian malah terlihat Bodoh ☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺

A post shared by tika_ramlan (@tika_ramlan) on