Jonru Minta Sidang Ditunda Gara-Gara Belum Ada Kuasa Hukum Pendampingnya



SURATKABAR.ID – Jonru Ginting yang menjadi terdakwa dalam kasus ujaran kebencian tersebar melalui media sosial, mengajukan penundaan sidang kepada Majelis Hakim ketika dirinya menjalani sidang perdananya yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Permintaan penundaan sidang yang ia ajukan karena terdakwa Jonru belum memiliki penasihat hukum. Di mana, penasihat hukum inilah yang akan mendampingi dirinya selama ia berada dalam masa persidangan. Demikian alasan di balik peran penasihat hukum untuk persidangannya.

Oleh karena itulah, tanpa didampingi pihak kuasa hukum, Jonru Ginting tetap menjalani proses persidangan, namun akhirnya persidangan itu tidak berjalan dengan semestinya. Persidangan Jonru akhirnya dihentikan setelah prosesnya berlangsung tak lama dan hanya selama beberapa menit saja.

Pasalnya, saat persidangan tengah berlangsung, Jonru meminta kepada Majelis Hakim untuk menunda sidang  lantaran dirinya hingga saat ini belum menunjuk penasihat hukum.

Baca juga: Mengejutkan! Istrinya Ditangkap Gara-Gara Nyabu, Begini Tanggapan Wakil Wali Kota Gorontalo

Soal dirinya yang belum menunjuk penasihat hukum itu, dikarenakan surat dakwaan baru diberikan kepadanya pada hari Kamis pagi.

Itu sebabnya, Jonru belum mendapatkan dan hingga kini masih belum memiliki penasihat hukum yang ada untuk mendampinginya selama persidangan.

Setelah mendengarkan penjelasan terdakwa itu yang meminta agar sidang ditunda sementara, karena tidak adanya pendamping hukum untuk Jonru, akhirnya Majelis Hakim mengabulkan permintaan terdakwa dan menunda sidang hingga Senin depan.

Terkait tindakan pelanggaran hukum yang ia lakukan, Jonru Ginting didakwa dengan Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45 (A) atau Pasal 35 juncto Pasal 51 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 dan Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis atau KUHP Pasal 156.

Loading...

Komentar

komentar