Mengamuk! Lihat Tanah Abang Macet dan Semrawut, Begini Tindak Lanjut Kadishub DKI  



SURATKABAR.ID – Saat penataan Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/12/2017), ada pemandangan yang berbeda. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Andri Yansyah terlihat kesal terhadap para tukang ojek yang masih mangkal di dekat Stasiun Tanah Abang. Wajahnya tampak memerah. Mengeluarkan kata-kata dengan nada tinggi, Andri mengusir para ojek yang masih mangkal.

Melansir laporan JawaPos.com, Sabtu (30/12/2017), Andri selaku Kadishub merasa jengkel lantaran pihaknya sudah menyediakan tempat bagi tukang ojek baik online atau konvensional untuk menunggu para calon penumpang.

“Ini tukang ojek harusnya ntar dimasukin ke lapangan,” ujar Andri saat mengusir tukang ojek yang mangkal itu.

Tim wartawan lantas mencoba mengonfirmasi Andri perihal kemacetan dan kesemrawutan kawasan Tanah Abang setelah dilakukan penataan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini. Namun, yang bersangkutan enggan mengungkapkannya.

Baca juga: Bela Rohingya, Bono U2 Minta Suu Kyi Lengser Sebagai Pimpinan Myanmar

“Belum ada evaluasi kok,” jawab Andri singkat.

Ada pun sewaktu dimintai keterangan lebih lanjut terkait kemacetan itu, Andri yang merupakan mantan Asisten Pemerintahan Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur tersebut masih enggan memberikan komentar. Dirinya tengah sibuk mengobservasi lapangan untuk para tukang ojek.

“Nanti ya, gue lagi kesel nih, lagi sibuk mau ngurusin tempat tukang ojek mau dipindahkan ke dalam,” tandasnya.

Kontradiksi Anies Baswedan

Sementara itu, seperti diketahui, Penataan Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat sudah sering kali dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Beberapa Gubernur DKI telah berupaya menata kawasan yang menjadi pusat grosir terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

Banyaknya warga yang memadati Kawasan Tanah Abang membuat pedagang kaki lima (PKL) pun bermunculan. Dulunya, Jalan Jati Baru atau di dekat Blok F Pasar Tanah Abang tak bisa dilalui kendaraan karena sudah dipadati oleh ribuan PKL yang berjualan di jalanan.

Namun, era Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) penataan PKL langsung dilakukan. PKL langsung dimasukkan ke dalam Pasar Blok G Tanah Abang, sehingga arus lalu lintas di sana lancar.

Hal kontradiktif dilakukan Gubernur DKI Anies Baswedan yang kini justru menyediakan tenda untuk PKL berjualan. Bahkan, sepanjang 400 meter jalan di depan Stasiun Tanah Abang ditutup untuk para PKL menjajakan barang dagangannya. Demikian sebagaimana dikutip dari laporan JawaPos.com.

Kepala Suku Dinas Perhubungan (Kasudinhub) Jakarta Pusat Harlem Simanjuntak menyebutkan, pihaknya selalu berjaga di kawasan Tanah Abang guna mengantisipasi kemacetan. Sejak pagi hingga malam hari atau hingga para pedagang tutup petugas Dishub DKI selalu bersiaga di Tanah Abang.

“Iya sudah hari ketujuh ini, mulai pukul 07.00 sampai pukul 19.00,” imbuh Harlem kepada JawaPos.com, Jumat (29/12/2017).

Kenangan Kasudinhub Jakpus tentang Jokowi soal Tanah Abang

Selama bertahun-tahun lamanya menjadi petugas Dishub, Harlem pun teringat beberapa memori penataan kawasan Pusat grosir Tanah Abang dari berbagai pemimpin Ibu Kota DKI Jakarta. Keadaan semerawut Tanah Abang seperti tiada hentinya, sejak zaman pemerintahan Jokowi.

“Ingat kembali tahun 2013 era Pak Jokowi gubernur dan Pak Pristono Kepala Dinas Perhubungan,” kenangnya.

Baca juga: Viral! Ributkan Jalan yang Harus Dilewati, Driver dan Ibu Penumpang Cekcok Divideokan

Dia mengisahkan, pada saat kepemimpinan mantan gubernur DKI Jakarta Jokowi, para pedagang kaki lima (PKL) tidak diperbolehkan menduduki jalan raya untuk berjualan. Berbeda di masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan yang membolehkan PKL menggelar dagangan di jalanan. Namun tuturnya, keduanya mempunyai tujuan sama yakni mengurangi kemacetan ibu kota hanya saja dengan cara yang berbeda.

“Tapi beda, dulu mendorong PKL supaya tidak di jalan agar lalu lintas bisa lewat, sekarang PKL boleh di jalan tapi lalu lintas harus lancar dan tertib” pungkasnya.

Loading...

Komentar

komentar