Mengejutkan! Begini Peruntungan Jokowi Jika Dipasangkan dengan Gatot di Pilpres 2019



SURATKABAR.ID – Meski bisa dibilang pemilihan presiden masih kurang lebih satu tahun lagi, namun gaungnya semakin terdengar saja. Banyak bursa calon wakil presiden (cawapres) pendamping jokowi. Salah satu yang terkuat adalah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo yang bakal memasuki masa pensiun di tahun 2018 nanti.

Nah jika ditelusuri dari peluang hokii antara keduanya, ternyata hasilnya positif dan memberikan keberuntunga. Ni Kadek Hellen Kristy, ahli restrukturisasi melihat kecocokan nama Joko Widodo yang lahir pada 21 Juni 1961 jika dipasangkan dengan Jenderal Gatot yang lahir 13 Maret 1960. Melihat keduanya, mereka memiliki kecocokan 62 persen. Artinya cocok dan harmonis untuk membangun kemitraan.

“Kombinasi yang kuat dari kepandaian Gatot Nurmantyo dan semangat besar dari Joko Widodo ini tetntu modal utama untuk mencapai prestasi besar,” kata Heleni, sapaannya, kepada JawaPos.com, Selasa (5/12/2017) seperti yang diwartakan oleh jawapos.com

Baca juga: Mengenal Fetishism, Perilaku Seksual Meyimpang dengan Memakai Benda-Benda Mati. Yang Lagi Heboh Dengan Jarit Bekas!

Hellen juga menambahkan jika keduanya dipasangkan bisa harmonis asalkan mereka memperhatikan kecepatannya dari waktu ke waktu dan bisa saling pengertian satu sama lain, dan keduanya juga dinilai merupakan sosok yang ramah dan juga pandai.

“Terlepas dari tidak terkontrolnya karakter Gatot Nurmantyo sifatnya orisinal bebas dan konstruktif. Dan Joko Widodo yang ambisius serta bersemangat, mereka bisa menjadi tim suskes,” jelas Heleni.

Lebih jauh lagi, Heleni menyebutkan jika keduanya merupakan pekerja keras yang tidak kenal lelah dengan kemampuan beradaptasi yang tinggi. Sementar itu sosok Joko Widodo sendiri, papar Heleni, ia dikaruniai kemampuan yang luar biasa dalam bidang manajemen di setiap area kehidupan, khususnya dalam bidang bisnis dan juga keuangan.

Baca juga: Apes! Temukan ‘Harta Karun’ Di Kebunnya Sendiri, Bukannya Jadi Jutawan Petani Ini Malah Masuk Tahanan

Dan terkait kemungkinan Jokowi terpilih kembali sebagai presiden, papar Heleni, sebetulnya peluang itu masih terbuka lebar asalkan jagan memakai nama Jokowi. Heleni menyarankan media menyebutkan nama lengkapnya saja, Joko Widodo, agar tak banyak menarik hal-hal negatif.

“Bisa saja peluangnya bagus, namun dari sisi nama pakai Joko Widodo saja. Namanya sudah bagus. Saran saya jangan pakai Jokowi lagi. Nama Joko Widodo itu peruntungannya nyaris sempurna,” pungkas Heleni.

Komentar

komentar