Jleb! Buni Yani Divonis 1,5 Tahun, Kuasa Hukum Ahok Ucapkan Sindiran Ini



SURATKABAR.ID – Buni Yani mendapatkan vonis 1,5 tahun penjara dari Majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung dalam kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Pada sidang yang digelar di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (14/11/2017) siang itu, majelis hakim memutuskan Buni Yani bersalah atas perbuatannya.

Buni Yani dinilai melakukan pelanggaran pada Pasal 32 Ayat 1 dan Pasal 18 Ayat 2 UU ITE karena melakukan ujaran kebencian dan mengedit isi video pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada terdakwa dengan pidana selama 1 tahun dan enam bulan,” ucap Ketua Majelis Hakim M Saptono, dilansir kompas.com.

Baca juga: Divonis Penjara 1,5 Tahun, Buni Yani Akan Banding

Vonis yang diputuskan hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, tim jaksa yang dipimpin Andi M Taufik menuntut Buni Yani 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan. Meski begitu, hakim beranggapan bahwa hukuman Buni Yani ringan karena dia belum pernah dihukum dan punya tanggungan keluarga.

Terkait vonis yang dijatuhkan hakim pada Buni Yani, kuasa hukum Ahok turut memberikan komentar. Menurutnya, hukuman yang diberikan tidak adil dan terlalu ringan.

“Hukumannya kok ringan begitu? Cuma satu setengah tahun. Tidak adil itu, hukumannya terlalu ringan,” ujar I Wayan Sudirta, salah satu kuasa hukum Ahok, Selasa (14/11/2017).

Menurut Wayan, vonis tersebut terlalu ringan mengingat Buni Yani terbukti telah mengedit video pidato Ahok dan membuat publik salah persepsi.

“Buni Yani juga orang yang membuat kegaduhan itu terjadi. Dengan diputuskannya dia bersalah seharusnya Pak Ahok tidak bisa dihukum,” lanjutnya.

Teguh Samudera, kuasa hukum Ahok yang lain, juga menuturkan komentar serupa. Dia mengungkapkan bahwa vonis hakim di luar prediksinya. “(Harusnya) lebih berat dari Pak Ahok dan juga segera masuk (penjara),” kata Teguh.

Komentar

komentar


Berita Terpopuler