Detik-Detik Menuju Realisasi Sebelas Janji Anies-Sandi, Apa Saja?



SURATKABAR.ID – Pada Senin (16/10/2017) mendatang, Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno akan dilantik. Warga Jakarta pun menunggu realisasi janji-janji kampanye pasangan politik yang berhasil mengalahkan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat tersebut.

Salah satunya berkenaan dengan program rumah DP nol persen yang menjadi andalan pasangan ini selama berkampanye. Dituturkan oleh Sandiaga, skema final program tersebut masih dirumuskan. Untuk itu, dia meminta agar warga Jakarta lebih bersabar dan tidak berspekulasi.

“Tapi kita pastikan tidak akan menyimpang dari janji yang sudah kita sampaikan pada masa kampanye,” ujar Sandiaga di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, 15/8/2017 lalu. Demikian sebagaimana diwartakan kembali dari reportase Liputan6.com, Kamis (12/10/2017).

Selain soal Down Payment (DP) rumah, Anies-Sandi juga menjanjikan sejumlah program yang bisa membantu warga Jakarta. Tercatat ada sebelas janji Anies-Sandi yang paling berpengaruh, menyangkut banyak warga Jakarta dan layak ditagih, sebagaimana dilansir dari laporan Tribunnews.com:

Baca juga: Fahri Hamzah Minta Jokowi dan Anies Baswedan Lakukan Ini Terkait Reklamasi

  1. Memperluas manfaat Kartu Jakarta Pintar dalam bentuk Kartu Jakarta Pintar Plus, sehingga bisa digunakan pula oleh orang berusia 6-21 tahun yang tak sekolah, tapi memiliki keinginan mengikuti pelatihan keterampilan dan kursus.
  2. Memperluas manfaat Kartu Jakarta Sehat dalam bentuk Kartu Jakarta Sehat Plus, dengan menambahkan fasilitas khusus untuk para guru mengaji, pengajar Sekolah Minggu, penjaga rumah ibadah, khatib, penceramah, dan pemuka agama.
  3. Membuka 200 ribu lapangan kerja baru dengan membangun dan mengaktifkan 44 pos pengembangan kewirausahaaan warga. Targetnya menghasilkan 200 ribu pewirausaha baru, selama lima tahun.
  4. Mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan dengan mengintegrasikan dunia usaha ke dalamnya, sehingga menghasilkan lulusan yang langsung terserap ke dunia kerja dan berwirausaha.
  5. Menghentikan reklamasi Teluk Jakarta untuk kepentingan pemeliharaan lingkungan hidup, serta perlindungan terhadap nelayan, masyarakat pesisir, dan segenap warga Jakarta.
  6. Memberi Kredit Usaha Perempuan Mandiri untuk memberdayakan perempuan di Jakarta.
  7. Membangun sistem transportasi umum yang terintegrasi dalam bentuk interkoneksi antar-moda, perbaikan model manajemen layanan transportasi umum, perluasan daya jangkau transportasi hingga menjangkau seluruh warga, pengintegrasian sistem transportasi umum dengan pusat-pusat permukiman, pusat aktivitas publik, dan moda transportasi publik dari luar Jakarta.
  8. Mengatasi kesenjangan ibu kota dengan menjadikan Kepulauan Seribu sebagai Kepulauan Pembangunan Mandiri dengan menyediakan infrastruktur, lapangan kerja, fasilitas pendidikan dan kesehatan bagi segenap warganya, serta menjadikannya sebagai pusat inovasi konservasi ekologi.
  9. Memperbaiki kesejahteraan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).
  10. Memberdayakan para pengembang kelas menengah untuk merealisasikan pembangunan kampung susun, kampung deret dan rumah susun, serta mempermudah akses kepemilikan bagi warga tidak mampu.
  11. Meningkatkan bantuan sosial untuk rumah ibadah, lembaga pendidikan keagamaan, lembaga sosial, Sekolah Minggu, dan Majelis Taklim berbasis asas proporsionalitas dan keadilan.

Janji Anies-Sandi yang Sulit Terlaksana

Dari kesebelas janji tersebut, ada empat janji yang dinilai sulit terlaksana, yakni:

  1. Menghentikan Reklamasi Teluk Jakarta

Salah satu janji yang cukup menyedot perhatian warga Jakarta adalah menghentikan megaproyek reklamasi Teluk Jakarta. Proyek reklamasi telah berjalan, tidak hanya pada era pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tetapi juga pada era gubernur pendahulunya.

Anies-Sandi akan kesulitan menghentikan secara menyeluruh kegiatan menguruk laut itu karena akan berhadapan dengan pemerintah pusat.


Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Panjaitan secara terang-terangan meminta agar Anies-Sandi meninjau kembali rencana menghentikan reklamasi karena proyek itu dibutuhkan masyarakat.

Lagipula, kebijakan itu pun akan berhadapan dengan para pemodal raksasa yang selama ini menguasai perekonomian Indonesia.

  1. Rumah dengan DP Nol Persen

Banyak pihak menyebutkan, salah satu janji yang sangat ampuh dan mampu menyedot perhatian publik Jakarta adalah pembangunan rumah dengan uang muka (DP) nol persen. Janji ini mampu meningkatkan elektabilitas Anies-Sandi terutama di kalangan masyarakat kelas menengah bawah, terutama di kalangan buruh.

Bukan rahasia lagi bahwa masih sangat banyak warga Jakarta yang belum memiliki tempat tinggal layak huni. Namun persoalannya, membangun rumah dan kemudian menjualnya dengan DP nol persen di Jakarta sangat tidak logis. Harga tanah di Jakarta sudah belasan juta Rupiah. Biaya bangunan per meter persegi pun sudah di atas Rp 2 juta.

Oleh sebab itu, Anies akan kesulitan mencari pemodal untuk membiayai program ini. Pasangan Anies-Sandi pun sampai saat ini belum pernah menunjukkan secara lengkap model atau skema pembayaran rumah DP nol persen ini.

  1. Membangun 200.000 Pengusaha (Wirausaha) Baru

Janji menciptakan para pengusaha baru di Jakarta banyak disampaikan oleh Sandiaga Uno yang memiliki latar belakang seorang pengusaha. Dia secara gencar menyampaikan konsepnya itu lewat program Oke Oce.

Di Jakarta, ada 44 kecamatan dan di setiap kecamatan akan dibangun setidaknya satu tempat mendidik calon pengusaha-pengusaha baru.

Hanya saja, masalahnya, menjadikan seseorang sebagai pengusaha bukan semata-mata masalah permodalan saja.

Menjadi pengusaha juga bukan sekadar memberikan akses distribusi atau membangun menciptakan pasar. Yang lebih penting dari itu semua adalah mengubah mindset. Cara pikir manusia yang dijadikan pengusaha itu harus berubah menjadi cara pikir seorang pengusaha.

Jika mindset buruh atau pekerja jika tidak diubah menjadi mindset seorang wirausaha, maka dapat dipastikan tantangan tidak akan mampu diubah menjadi peluang. Mengubah tantangan menjadi peluang itu adalah syarat wajib agar sukses menjadi pengusaha.

Karena itu, mencetak 200.000 pengusaha dalam waktu 5 tahun bukanlah pekerjaan mudah bagi Sandi dan timnya.

  1. Integrasi Semua Moda Transportasi di Jakarta

Ini program yang menarik dan sangat menyedot perhatian, tak hanya warga Jakarta tetapi mereka yang beraktivitas di Ibu Kota. Mengapa? Karena salah satu problem kronis di Jakarta adalah masalah kemacetan.

Untuk bisa mengurai kemacetan, salah satu solusi yang jitu adalah memindahkan penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum. Tetapi, menjadikan semua moda transportasi di Jakarta terkoneksi menjadi satu juga bukanlah pekerjaan mudah.

Kita tahu, angkutan umum di Jakarta selama ini dikelola secara serampangan, tidak profesional, bahkan cenderung menggunakan pendekatan premanisme. Pemilik angkutan umum tidak semuanya berbentuk badan usaha. Bahkan sebagian besar adalah milik perorangan. Dan di sejumlah kawasan di Jakarta, angkutan umum justru dikuasai oleh angkutan ‘preman’ atau omprengan, kendaraan plat hitam.

Sebab itu, menjadikan itu semua dalam satu jaringan yang terkoneksi, bahkan hanya menggunakan satu kartu untuk dipakai di semua angkutan, rasanya sebuah kemustahilan bisa terwujudkan dalam waktu 5 tahun ini.

Baca juga: Bandingkan dengan Lapindo, Korban First Travel Ingin Pemerintah Turun Tangan

Demikianlah beberapa janji Anies-Sandi yang dinilai akan sukar untuk direalisasikan mengingat tiga tantangannya yaitu Anies-Sandi akan berhadapan dengan pemerintah pusat, akan kesulitan mencari sumber pendanaan serta bisa jadi akan terbentur pada regulasi yang sudah ada maupun birokrasi yang berbelit-belit.

Loading...

Komentar

komentar