Wah Hati-hati! WhatsApp Bisa Bongkar Setiap Aktivitas Pribadi Anda. Begini Caranya


SURATKABAR.ID – Di zaman serba maju sekarang ini, kehidupan manusia memang semakin dimudahkan. Misalnya untuk saling berbagi kabar, kita bisa menggunakan beragam aplikasi chatting, seperti WhatsApp. Namun siapa yang menyangka ternyata aplikasi ini bisa membocorkan informasi pribadi.


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tribunnews.com, Kamis (12/10/2017), kelemahan yang dimiliki oleh WhatsApp adalah dapat digunakan untuk memata-matai pola tidur seseorang. Mulai dari jam tidur, jam bangun hingga durasi waktu tidur yang didapatkan dari fitur ‘last seen’ pada aplikasi tersebut.

Keberadaan fitur tersebut memungkinkan pengguna lain mengetahui kapan Anda terakhir kali membuka WhatsApp. Pasalnya ‘last seen’ dapat mengungkapkan kapan pengguna tidur. Meski pengguna dapat mengatur siapa saja yang boleh melihat ‘last seen’ mereka, namun tak banyak yang melakukannya.

Ini menjadi berbahaya saat orang lain yang bahkan minim keterampilan teknis sanggup mengumpulkan data seseorang di WhatsApp, menganalisis dan mengetahui pola tidur mereka, menurut Rob Heaton, seorang software engineer yang pernah membocorkan celah keamanan pada Facebook dan Tinder.

Baca Juga: Nilai Elektabilitas Jokowi Meroket Tajam, Begini Komentar Menggelitik Roy Suryo

Rob Heaton mendemonstrasikan langkah eksploitasi WhatsApp dengan akses web melalui Chrome untuk desktop, di mana ia membuat ekstensi Chrome mengamati sekaligus merekam setiap aktivitas online dari semua kontak WhatsApp-nya.

Dari langkah tersebut, muncul data-data yang tersusun rapi sehingga dapat dianalisis untuk mengetahui pola tidur seseorang. Bahkan bukan hanya itu saja, eksploitasi ini juga menunjukkan siapa saja kontak WhatsApp yang saling berhubungan, seperti dilansir dari KompasTekno, Rabu (11/10), dari TheNextWeb.

Tak sulit untuk mengetahui hubungan antar kontak yang ada di daftar WhatsApp-nya. Ia hanya perlu mencocokkan pola aktivitas online kontak A dengan kontak B. Dan jika tampak ada kesamaan pola di samping fakta mereka saling kenal, maka besar kemungkinan mereka berhubungan intens di WhatsApp.

Menurut Rob, eksploitasi ini dapat dikembangkan untuk skala yang jauh lebih besar. Dan dari situ, oknum tertentu akan menjual data analisis yang didapatkan dari eksploitasi anak usaha Facebook ini ke para pengiklan maupun perusahaan pihak ketiga.

Komentar

komentar


Terpopuler